Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Eximbank Nilai Digitalisasi Dorong Pergeseran Metode Pembayaran Perdagangan Internasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Eximbank Nilai Digitalisasi Dorong Pergeseran Metode Pembayaran Perdagangan Internasional
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Tiga tantangan besar yang kini dihadapi perdagangan modern, khususnya perdagangan internasional, yaitu geopolitical volatility dan perubahan kebijakan di berbagai negara, rantai pasok (supply chain) yang semakin terdiversifikasi dan tidak bergantung pada satu wilayah, dan negara berkembang menjadi pasar pertumbuhan baru perdagangan internasional, Jakarta, Senin (12/1/2026). ANTARA/HO-LPEI..)

Pantau - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank menilai terjadi pergeseran metode pembayaran dalam transaksi perdagangan internasional dari skema Letter of Credit ke non-Letter of Credit seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

Executive Vice President Indonesia Eximbank Suharyanto menjelaskan perubahan tersebut didorong oleh efisiensi transaksi lintas negara yang semakin mengandalkan proses digital.

Suharyanto menyampaikan, “Saat ini perdagangan internasional juga tengah masuk ke dalam era digitalisasi, dimana cara penagihan secara konvensional fisik melalui kurir, mulai ditinggalkan dan diganti dengan penagihan secara digital,” ungkapnya.

Digitalisasi Transaksi dan Adaptasi Pelaku Usaha

Ia menjelaskan eksportir dan importir kini dapat menyepakati proses penagihan secara daring melalui pengunggahan dokumen pengapalan, tagihan invoice, persetujuan dokumen, hingga pemantauan jadwal pembayaran.

Suharyanto menambahkan, “Eksportir dan importir dapat bersepakat agar proses penagihan dilakukan melalui daring dengan mengunggah dokumen-dokumen antara lain dokumen pengapalan dan tagihan invoice, melakukan approval hingga memantau payment schedule. Dengan demikian arus transaksi akan semakin efisien, cepat, dan aman,” ungkapnya.

Seiring perubahan tersebut, Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan lanskap perdagangan global yang terus berubah.

Produk Mitigasi Risiko dan Penjaminan

Indonesia Eximbank menyediakan produk asuransi ekspor Trade Credit Insurance yang memberikan perlindungan bagi eksportir dari risiko gagal bayar pembeli, baik risiko komersial maupun risiko politik, dengan indemnity hingga 90 persen.

Selain itu, Indonesia Eximbank juga menghadirkan Marine Cargo Insurance untuk melindungi risiko kerusakan atau kehilangan barang selama proses pengiriman.

Sebagai Eximbank dan Export Credit Agency Republik Indonesia, Indonesia Eximbank menghadirkan solusi terintegrasi melalui produk Penjaminan Kredit kepada perbankan.

Dengan status sovereign dan sesuai ketentuan regulator, Penjaminan Kredit Indonesia Eximbank memberikan manfaat perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko sebesar 0 hingga 20 persen serta pembebasan perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit.

Skema tersebut dinilai memberikan ruang lebih luas bagi perbankan untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan dan melakukan ekspansi kredit yang sehat.

Selain penjaminan kredit, Indonesia Eximbank juga mendukung eksportir melalui produk guarantee yang merujuk pada regulasi perdagangan domestik dan internasional seperti URDG, ISP98, UCP600, KUHPerdata, dan hukum negara yang disepakati para pihak.

Suharyanto menyatakan, “Kombinasi produk dalam struktur fasilitas yang solutif menjadikan penjaminan Indonesia Eximbank sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat daya saing perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspor,” ungkapnya.

Tantangan Perdagangan Global

Chairman ICC Banking Commission Indonesia Herry Hykmanto memetakan tiga tantangan utama perdagangan modern, yakni volatilitas geopolitik dan perubahan kebijakan, diversifikasi rantai pasok global, serta meningkatnya peran negara berkembang sebagai pasar pertumbuhan baru.

Herry menilai perbankan dan pelaku usaha harus mampu mengelola risiko saat bekerja sama dengan mitra baru maupun memperluas pasar dengan tingkat risiko lebih tinggi.

Ia menyampaikan, “Penjaminan dan asuransi memungkinkan pelaku usaha memasuki pasar baru, mengikuti tender internasional, dan mengurangi risiko pembayaran,” ungkapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf