Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat ke 9.032,58 Didukung Ekspektasi Dovish The Fed dan Kenaikan Komoditas

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Menguat ke 9.032,58 Didukung Ekspektasi Dovish The Fed dan Kenaikan Komoditas
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (14/1) sore ditutup menguat sebesar 84,28 poin atau 0,94 persen ke posisi 9.032,58, didorong oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap sikap dovish bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.

IHSG Menguat Didukung Faktor Eksternal dan Internal

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 3,21 poin atau 0,37 persen ke posisi 882,08.

IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, indeks tetap melanjutkan penguatannya hingga penutupan perdagangan.

Penguatan IHSG didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kemungkinan The Fed melanjutkan penurunan suku bunga acuan.

Selain itu, kenaikan harga komoditas dan aliran dana asing yang masuk turut memperkuat posisi indeks.

Aksi korporasi dari sejumlah emiten juga menjadi faktor tambahan yang mendukung kenaikan IHSG.

"Perkiraan saat ini, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 9.070-9.100. Namun perlu diwaspadai potensi terjadinya profit taking pada perdagangan Kamis (15/1), menjelang libur long weekend," ungkap analis pasar.

Dukungan dari Kinerja Ekonomi Global dan Kebijakan Domestik

Dari mancanegara, neraca perdagangan China sepanjang tahun 2025 mencatat surplus sebesar 1,19 triliun dolar AS.

Ekspor China tumbuh sebesar 5,5 persen sementara impornya stagnan, seiring strategi negara tersebut mengalihkan ekspor dari pasar AS ke Uni Eropa dan Asia Tenggara untuk menghindari tarif dari Donald Trump.

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) pada tahun 2026.

Proyek ini bertujuan untuk menciptakan substitusi terhadap liquefied petroleum gas (LPG).

MIND ID bersama PT Pertamina (Persero) akan mempercepat hilirisasi batu bara menjadi energi alternatif seperti DME, synthetic natural gas (SNG), dan metanol.

"Kebijakan ini berpotensi berpengaruh positif terhadap emiten-emiten batu bara yang melakukan penjualan ke dalam negeri," jelas sumber resmi di sektor energi.

Statistik Perdagangan dan Pergerakan Saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mengalami penguatan.

Penguatan tertinggi terjadi pada sektor barang konsumen non primer sebesar 3,08 persen.

Sektor energi dan sektor infrastruktur masing-masing naik 2,07 persen.

Satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan adalah barang konsumen primer, turun tipis 0,08 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan tertinggi antara lain ESTI, KOCI, ACST, LUCK, dan RLCO.

Adapun saham yang mengalami penurunan terbesar adalah WEHA, SOLA, ASPR, GMFI, dan MEJA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.430.903 kali transaksi dengan volume mencapai 64,37 miliar lembar saham.

Nilai transaksi mencapai Rp29,30 triliun.

Sebanyak 440 saham tercatat mengalami kenaikan harga, 240 saham melemah, dan 128 saham stagnan.

Bursa Asia Bergerak Beragam

Bursa saham regional Asia sore ini menunjukkan pergerakan yang bervariasi.

Indeks Nikkei Jepang naik 788,50 poin atau 1,47 persen ke level 54.337,69.

Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 151,33 poin atau 0,56 persen ke posisi 26.999,81.

Sebaliknya, indeks Shanghai Tiongkok melemah 12,66 poin atau 0,31 persen ke level 4.126,08.

Indeks Strait Times Singapura naik tipis 5,37 poin atau 0,11 persen ke posisi 4.812,50.

Penulis :
Arian Mesa