
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan pentingnya pengelolaan Bank Jakarta secara independen, profesional, dan transparan, seiring persiapan menuju Initial Public Offering (IPO).
Pramono mengingatkan seluruh jajaran Bank Jakarta untuk menjalankan nilai-nilai budaya korporasi secara konsisten dan menyeluruh.
"Sejalan dengan rencana Bank Jakarta mempersiapkan diri menuju Initial Public Offering (IPO), pembentukan corporate culture yang solid menjadi keharusan," ungkapnya.
Budaya Transparansi dan Profesionalisme Jadi Syarat Mutlak
Menurut Pramono, budaya kerja harus menjadi identitas perusahaan, dan hal tersebut harus tercermin dalam setiap aspek kerja, termasuk kedisiplinan.
"Salah satunya tercermin dari ketepatan waktu," ia mengungkapkan.
Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama dalam pengelolaan perbankan daerah.
"Transparansi inilah yang saya terapkan dalam kepemimpinan sebagai Gubernur DKI Jakarta," ujarnya.
Pramono menegaskan bahwa semua keputusan strategis harus diambil dalam forum resmi, bukan melalui proses tertutup.
Dengan begitu, tidak ada ruang untuk kepentingan pribadi, intrik, maupun spekulasi.
"Saya berharap budaya transparansi ini juga dapat dibangun secara kuat di Bank Jakarta," lanjutnya.
Pramono juga menggarisbawahi bahwa kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 16,39 persen, yang menjadi modal besar bagi Bank Jakarta untuk berkembang.
"Hal ini saya sampaikan di awal karena sesungguhnya Bank Jakarta patut bersyukur memiliki pemegang saham utama, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada dalam kondisi keuangan sehat," ungkapnya.
Oleh karena itu, ia berharap Bank Jakarta mampu tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Target Laba Rp1 Triliun Jadi Langkah Strategis
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menyampaikan bahwa rapat kerja tahunan tahun ini mengangkat tema "Rebound Faster to Achieve 1001".
Tema tersebut bermakna percepatan pemulihan dan peningkatan kinerja perusahaan.
"Achieve 1001" sendiri merupakan komitmen Bank Jakarta untuk mencapai target laba sebesar Rp1 triliun pada tahun 2026.
Target tersebut dipandang sebagai milestone penting dalam membangun rekam jejak kinerja yang sehat, kredibel, dan menyiapkan Bank Jakarta naik kelas sebagai BUMD andalan DKI Jakarta.
"Pada dasarnya kami tetap berupaya di atas 1 triliun," ujarnya.
- Penulis :
- Shila Glorya







