Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat 1,08 Persen di Tengah Gejolak Pasar dan Transisi Aturan Free Float

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Menguat 1,08 Persen di Tengah Gejolak Pasar dan Transisi Aturan Free Float
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Seorang pria mengamati layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar/pri.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08 pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, setelah mengalami tekanan hebat selama dua hari terakhir.

Kenaikan juga terjadi pada indeks LQ45, yang naik 11,59 poin atau 1,43 persen ke posisi 824,60.

Penguatan ini terjadi di tengah fase krusial pasar modal Indonesia, menurut pengamat pasar sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana.

Dua Kali Trading Halt dan Pengunduran Diri Dirut BEI

Dalam dua hari sebelumnya, IHSG sempat mengalami tekanan ekstrem yang memicu dua kali trading halt berturut-turut.

Tekanan tersebut dipicu kombinasi sentimen global negatif dan kekhawatiran investor terhadap transparansi serta tata kelola pasar dalam negeri.

Di tengah gejolak tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat pagi.

Langkah Iman Rachman menjadi perhatian pelaku pasar, dan dianggap erat kaitannya dengan dinamika yang sedang terjadi di bursa.

OJK dan BEI Umumkan Revisi Aturan Free Float

Sebagai respons terhadap tekanan dan masukan dari MSCI (Morgan Stanley Capital International), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI mengumumkan revisi aturan terkait saham publik (free float).

Mulai Februari 2026, batas minimal saham publik akan dinaikkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Kebijakan ini akan diberlakukan untuk seluruh emiten, baik lama maupun baru, sebagai bagian dari upaya memperbaiki struktur kepemilikan saham dan meningkatkan kepercayaan investor global.

Penulis :
Aditya Yohan