
Pantau - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran agen perubahan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan yang dilakukan oleh para account officer (AO).
Para AO Mekaar dinilai menjadi ujung tombak dalam mendampingi ibu-ibu prasejahtera agar mampu naik kelas dan mandiri secara ekonomi.
Sekretaris Perusahaan PNM, L Dodot Patria Ary, menyebut peran AO sangat penting dalam mendampingi proses transformasi ekonomi warga.
"Para account officer PNM Mekaar, yang mayoritas berusia muda, merupakan pilar utama pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mereka ujung tombak pendampingan bagi ibu-ibu prasejahtera agar mampu naik kelas dan mandiri secara ekonomi," ungkapnya.
Kisah Jeni, AO Inspiratif dari Bojonegoro
Salah satu AO yang berhasil menunjukkan dedikasi tinggi adalah Jeni Adilasari, warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Setelah lulus SMA, Jeni bergabung sebagai AO PNM Mekaar dan aktif melakukan riset serta pemetaan ekonomi warga sekitar.
Lima tahun kemudian, Jeni mendapat penghargaan berupa umrah gratis lewat program Employee Reward PNM sebagai bentuk apresiasi atas kinerjanya.
Ia rutin menemui nasabah, memberikan pelatihan, dan menyampaikan ide-ide pengembangan usaha.
"Pemberdayaan itu dimulai dengan memberikan pelatihan manajemen usaha yang baik dan benar kepada para nasabah. Melakukan revitalisasi bisnis agar semakin diminati konsumen," jelasnya.
Dalam satu tahun pendampingan, puluhan nasabah yang dibinanya berhasil naik kelas secara bisnis.
Salah satu nasabah yang awalnya hanya mampu memproduksi 100–120 kg cabai kering per bulan, kini telah mencapai produksi hingga 450–500 kg per bulan.
Jeni menyampaikan bahwa peran AO tidak hanya sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari proses perubahan sosial.
"Mekaar bukan sekadar tempat bekerja. Program ini terbukti membantu nasabah mendapatkan modal sekaligus tempat belajar mengelola usaha, dan perlahan menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga mereka," ia menegaskan.
- Penulis :
- Gerry Eka








