Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Level Rp16.842 per Dolar AS, Tekanan Eksternal Masih Membayangi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Level Rp16.842 per Dolar AS, Tekanan Eksternal Masih Membayangi
Foto: Ilustrasi - Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten (sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada Kamis, 5 Februari 2026, ditutup melemah sebesar 65 poin atau 0,39 persen menjadi Rp16.842 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.

Faktor Eksternal Pengaruhi Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

"Tekanan masih datang dari faktor eksternal, seiring menguatnya dolar AS di pasar global di tengah sikap pelaku pasar yang cenderung berhati-hati menanti arah kebijakan moneter Amerika Serikat", ungkap seorang analis pasar.

Ekspektasi bahwa suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) akan tetap tinggi membuat aset berbasis dolar AS masih menjadi pilihan menarik bagi investor.

Situasi ini memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Data Ekonomi Domestik Tunjukkan Stabilitas

Meski mengalami pelemahan, sentimen domestik relatif tetap positif seiring dengan rilis data ekonomi nasional yang kuat.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang tahun 2025.

Produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp13.580,5 triliun, naik dari Rp12.920,5 triliun pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Di sisi lain, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga tercatat melemah menjadi Rp16.826 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.775 per dolar AS.

"Kehadiran Bank Indonesia di pasar valas serta fundamental ekonomi domestik yang relatif terjaga berpotensi menahan pelemahan agar tetap terbatas", ia mengungkapkan.

Penulis :
Shila Glorya