
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa harga dan mutu pangan di wilayah Jawa Timur tetap aman dan terkendali menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026, melalui pemantauan intensif langsung di lapangan.
Satgas Turun Langsung Pantau Harga dan Distribusi
Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto.
Untuk menjaga stabilitas tersebut, Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Jawa Timur telah diturunkan langsung ke pasar-pasar untuk melakukan pemantauan harga dan kualitas bahan pangan.
"Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pangan pokok," ungkap Andriko.
Ia menyebut bahwa secara umum kondisi harga pangan di lapangan masih relatif terkendali, walaupun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Kenaikan tersebut dinilai masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemerintah Awasi Pedagang dan Distribusi Pangan
Pemantauan dilakukan atas arahan Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Andriko menegaskan bahwa tidak boleh ada harga pangan pokok yang melebihi batas HAP dan HET.
Beberapa komoditas yang ditemukan melebihi batas tersebut akan ditelusuri hingga ke tingkat distributor.
Pemerintah juga akan memperkuat pengaturan margin di setiap rantai distribusi agar pedagang tetap mendapatkan keuntungan yang wajar tanpa membebani konsumen.
Andriko mengungkapkan bahwa banyak pedagang menaikkan harga karena harga dari distributor sudah tinggi.
Terkait harga cabai, hambatan distribusi antarwilayah diakui menjadi tantangan utama yang memengaruhi lonjakan harga.
Untuk itu, pemerintah akan memperkuat jaringan distribusi dari daerah surplus ke daerah minus.
Harga Minyakita juga dipastikan tetap mengacu pada HET yaitu Rp15.700 per liter.
Bapanas bersama Perum Bulog akan menambah titik distribusi serta menelusuri penyebab fluktuasi harga Minyakita di tingkat pengecer.
Khusus untuk daging sapi, meskipun terjadi kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan sapi hidup dari hulu, harganya masih di bawah HAP, yaitu di bawah Rp130.000 per kilogram.
Pemerintah akan terus memastikan harga daging tidak menembus batas HAP dan jika ada tekanan pasokan, akan ditelusuri hingga ke pemasoknya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







