
Pantau - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya integritas dalam penyaluran bantuan pertanian serta mengancam pemberhentian bagi pihak yang terlibat praktik jual beli bantuan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Amran dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian.
Penekanan Integritas dan Larangan Praktik Curang
Amran mengingatkan seluruh jajarannya untuk memastikan bahwa bantuan pertanian tepat sasaran, transparan, dan benar-benar berdampak pada peningkatan produksi serta kesejahteraan petani.
"Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Kalau ada yang melanggar, saya pastikan diberhentikan. Cari petani yang paling membutuhkan, sampai ke pelosok," ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penyaluran alat dan mesin pertanian secara tepat sasaran, serta pengawasan harga pupuk agar tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).
Dalam kesempatan itu, Amran menekankan pentingnya penerapan sistem meritokrasi berbasis kinerja dalam pengisian jabatan, terutama untuk mendukung percepatan program strategis sektor pertanian.
"Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras saudara semua. Kami menerapkan meritokrasi, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Nilai Anda murni dari kinerja," ia mengungkapkan.
Agenda Strategis dan Harapan Besar untuk Pejabat Baru
Menteri Amran menitipkan sejumlah agenda strategis untuk dikawal oleh para pejabat yang dilantik, antara lain optimalisasi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), percepatan optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah, brigade pangan, serta penguatan hilirisasi pertanian.
Ia juga menekankan pentingnya laporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) yang harus dievaluasi secara disiplin.
"PPL adalah pasukan terdepan kita. Pimpin, bina, dan berdayakan mereka. Sampaikan capaian, inovasi, dan kebijakan kepada petani sampai ke pelosok," tegas Amran.
Menteri Amran turut menyampaikan sejumlah capaian sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir, seperti perbaikan tata kelola keuangan dari WDP menjadi WTP, peningkatan produksi, hingga kontribusi dalam menurunkan harga beras dunia.
"Petani Indonesia berkontribusi pada stabilitas pangan dunia. Ketika Indonesia berhenti impor, harga pangan global ikut turun. Ini sejarah, dan ini hasil kerja keras kita semua," katanya.
Ke depan, Kementerian Pertanian menargetkan ekspor beras, swasembada gula putih tanpa impor, dan hilirisasi pertanian yang berjalan nyata di lapangan.
Amran mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga semangat petani demi kemajuan bangsa.
"Pertanian tidak bisa berdiri sendiri, kita harus saling menguatkan. Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai," pungkasnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







