Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bahlil Tegaskan Stok BBM Aman Meski Shell Sempat Alami Kekosongan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bahlil Tegaskan Stok BBM Aman Meski Shell Sempat Alami Kekosongan
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 11/2/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia aman dan tersedia, meskipun sempat terjadi kekosongan di sejumlah SPBU Shell.

Hal ini disampaikan Bahlil pada Rabu, 11 Februari 2026, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sebagai tanggapan atas kekosongan pasokan BBM di SPBU swasta tersebut.

Ia menyatakan bahwa seluruh jenis BBM utama, mulai dari RON 92, RON 95, RON 98, hingga solar, tersedia di SPBU milik pemerintah maupun swasta.

Ketersediaan BBM Terjamin

"Saya pikir semuanya ada ya, RON 92, RON 95, RON 98, semuanya ada kok. Solar juga ada. Jadi tinggal dilakukan B2B (business to business) saja," ungkapnya.

Bahlil juga menyampaikan bahwa langkah pemenuhan distribusi BBM tinggal menunggu proses skema business to business antara pihak terkait.

Ia menyatakan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai izin impor BBM oleh Shell.

"Nanti coba saya cek ya," ia mengungkapkan terkait evaluasi izin impor tersebut.

Evaluasi Izin Impor Shell Masih Berlangsung

Sebelum pernyataan Bahlil, Kementerian ESDM telah lebih dahulu mengonfirmasi bahwa izin impor BBM untuk Shell masih dalam proses evaluasi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, pada Jumat, 6 Februari 2026 di Jakarta mengatakan, "Ya, kami evaluasi. Sedang dievaluasi (izin impor BBM-nya)."

Menurut Laode, keterlambatan Shell dalam menyetujui pembelian BBM melalui PT Pertamina menjadi salah satu pertimbangan evaluasi.

"Kan Shell itu terakhir kan menyetujui proses pembelian (BBM). Jadi, ya, kami evaluasi," ujarnya.

Akibat belum diberikannya izin impor, Shell tidak dapat melakukan pengadaan dan distribusi BBM ke jaringan SPBU miliknya.

Hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya kekosongan BBM di SPBU Shell pada kuartal akhir 2025.

Penulis :
Leon Weldrick