Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

SKK Migas Targetkan 100 Sumur Eksplorasi dan Multi-Stage Fracturing pada 2026 lewat Kerja Sama Strategis dengan Schlumberger

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

SKK Migas Targetkan 100 Sumur Eksplorasi dan Multi-Stage Fracturing pada 2026 lewat Kerja Sama Strategis dengan Schlumberger
Foto: Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Rabu 11/2/2026 (sumber: ANTARA/Aji Cakti)

Pantau - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan pengeboran 100 sumur eksplorasi dan 100 sumur multi-stage fracturing pada tahun 2026 dalam program ambisius bertajuk Triple 100.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan produksi migas nasional secara signifikan.

"Untuk 2026, alhamdulillah kami punya program ambisius yaitu Triple 100, 100 sumur yang tadi saya sampaikan untuk sumur eksplorasi, 100 sumur multi-stage fracturing," ungkapnya.

Tambahan Sumur dan Proyeksi Pengeboran 2026

SKK Migas mencatat telah memperoleh tambahan 13 sumur eksplorasi hingga Februari 2026 dari program Work, Program & Budget (WP&B) yang telah disetujui.

"Dari upaya-upaya kami lakukan, sampai dengan bulan Februari ini alhamdulillah kita sudah dapat tambahan 13 sumur untuk eksplorasi dari work, program & budget (WP&B) yang sudah kami tandatangani," ia mengungkapkan.

Untuk program multi-stage fracturing, SKK Migas juga telah mendapatkan tambahan enam sumur.

Djoko menyebutkan, pihaknya masih membutuhkan tambahan 48 sumur eksplorasi dan 77 sumur multi-stage fracturing untuk mencapai target akhir tahun.

"Sehingga kami memerlukan upaya-upaya lagi nanti sepanjang tahun sampai dengan bulan Desember tambahan untuk eksplorasi 48 sumur, untuk multi-stage fracturing 77 sumur," jelasnya.

Kolaborasi Strategis dengan Schlumberger

Sebagai langkah pendukung pencapaian target tersebut, SKK Migas menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Schlumberger Geophysics Nusantara (SLB Indonesia).

MoU ini menjadi kerangka kolaborasi strategis dalam penerapan teknologi multi-stage fracturing (MSF) guna meningkatkan produktivitas reservoir migas nasional.

Kolaborasi ini juga mencakup pemanfaatan teknologi, pertukaran pengetahuan, serta penerapan praktik terbaik global yang bisa direplikasi di berbagai wilayah kerja Kontrak Kerja Sama (PSC).

SKK Migas dan SLB akan memperkuat integrasi proses hulu migas dari aspek subsurface, desain dan konstruksi sumur, hingga tahap produksi.

Inisiatif ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasi, mempercepat implementasi teknologi, dan mendukung peningkatan kapasitas nasional di sektor hulu migas.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

SKK Migas menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam percepatan adopsi teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Kerja sama ini juga ditargetkan memberi nilai tambah bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan mendukung target produksi nasional secara berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa