Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Krakatau Steel Gandeng Jamdatun Kejagung untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Perusahaan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Krakatau Steel Gandeng Jamdatun Kejagung untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Perusahaan
Foto: (Sumber: Penandatanganan kerjasama antara Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan (dua dari kanan) dan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung R. Narendra Jatna (dua kiri) di Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Antara/HO/Krakatau Steel).)

Pantau - PT Krakatau Steel Persero Tbk atau Krakatau Steel Group menjalin kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung guna memperkuat kepastian hukum dan tata kelola perusahaan yang baik.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan pada Rabu 11 Februari 2026 antara Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara R. Narendra Jatna dan Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan.

Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menyatakan langkah ini merupakan strategi mitigasi risiko di tengah transformasi besar BUMN di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara serta pelaksanaan proyek hilirisasi nasional.

Kerja sama tersebut juga bertujuan mewujudkan penerapan Good Corporate Governance dalam pengelolaan operasional dan investasi perusahaan.

Melalui kolaborasi dengan Jamdatun Kejaksaan Agung, Krakatau Steel memperoleh pendampingan hukum dan pendapat hukum dalam setiap pengambilan keputusan strategis agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Akbar menyampaikan, "Langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan mitra usaha serta memastikan transformasi Krakatau Steel berjalan berkelanjutan demi mewujudkan industri baja nasional yang kompetitif di kancah global."

Ia menegaskan pendampingan hukum profesional menjadi bagian penting dalam penguatan fundamental perusahaan melalui program KS Reborn di tengah dinamika hukum perdata dan tata usaha negara dalam aspek bisnis yang menuntut mitigasi risiko matang.

Dukungan Modal dan Proyek Hilirisasi

Sebagai bagian dari visi Indonesia Incorporated, Krakatau Steel memperoleh dukungan modal kerja sebesar 295 juta dolar AS atau sekitar Rp4,96 triliun dari Danantara dengan mekanisme ketat.

Akbar menegaskan, "Dana ini bukan PMN, melainkan pinjaman modal kerja yang peruntukannya dikunci hanya untuk pembelian bahan baku pabrik, bukan untuk keperluan lain. Ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas yang kami jalankan bersama Danantara."

Dana tersebut difokuskan untuk pembelian bahan baku pabrik dan tidak dapat digunakan untuk kebutuhan lain.

Krakatau Steel juga tengah menjalankan hilirisasi dua komoditas strategis yaitu pasir besi dan nickel ore melalui pembangunan pabrik stainless steel dengan estimasi investasi mencapai Rp30 triliun.

Proyek hilirisasi tersebut dipandang sebagai peluang transformasi dari produsen baja konvensional menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri strategis global.

Akbar menegaskan bahwa sinergi dengan Jamdatun merupakan langkah proaktif untuk memastikan setiap investasi strategis berjalan akuntabel serta menjadi standar tata kelola bagi proyek strategis BUMN di masa depan.

Penulis :
Ahmad Yusuf