Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonomi Thailand Tumbuh 2,4 Persen pada 2025, NESDC Sebut Lebih Tinggi dari Perkiraan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekonomi Thailand Tumbuh 2,4 Persen pada 2025, NESDC Sebut Lebih Tinggi dari Perkiraan
Foto: (Sumber: Seorang turis dengan pakaian tradisional Thailand terlihat di Wat Arun di Bangkok, Thailand, 9 Oktober 2025. ANTARA/Xinhua/Rachen Sageamsak..)

Pantau - Ekonomi Thailand tumbuh 2,4 persen secara tahunan pada 2025 berdasarkan data resmi yang dirilis pada Senin (16/2).

Pertumbuhan produk domestik bruto Thailand tersebut melambat dibandingkan 2024 yang mencapai 2,9 persen, namun tetap mencatat ekspansi untuk tahun kelima berturut-turut.

Data tersebut disampaikan oleh Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand (NESDC).

Pada kuartal keempat 2025, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 2,5 persen, naik dari 1,2 persen pada kuartal sebelumnya.

Peningkatan kuartal keempat didorong oleh lonjakan konsumsi swasta, investasi publik, serta pengeluaran pemerintah, meskipun ekspor mengalami perlambatan.

Sekretaris Jenderal NESDC, Danucha Pichayanan, menyatakan bahwa kinerja ekonomi 2025 lebih tinggi dari perkiraan.

Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang

Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspor barang dagangan sebagai pendorong utama ekonomi Thailand, pemulihan investasi swasta, serta percepatan investasi publik.

Danucha menyampaikan dalam konferensi pers bahwa ekonomi Thailand tahun ini diperkirakan tumbuh pada kisaran 1,5 hingga 2,5 persen.

Proyeksi tersebut sedikit lebih tinggi dibanding estimasi sebelumnya yang berada pada kisaran 1,2 hingga 2,2 persen.

Pariwisata dan Pertanian Dorong Prospek

Ke depan, pertumbuhan ekonomi Thailand diproyeksikan terdorong oleh ekspansi konsumsi dan investasi swasta yang berkelanjutan.

Peningkatan anggaran untuk belanja saat ini dan belanja modal juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan.

Pemulihan bertahap sektor pariwisata turut menjadi pendorong ekonomi.

Kondisi air tanah yang menguntungkan diperkirakan mendorong peningkatan produksi pertanian.

Penulis :
Aditya Yohan