Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Rebound ke Level 7.695,35 pada Pembukaan Kamis Pagi Seiring Penguatan Bursa Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Rebound ke Level 7.695,35 pada Pembukaan Kamis Pagi Seiring Penguatan Bursa Global
Foto: (Sumber : Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Kamis pagi mengalami rebound atau berbalik menguat dengan kenaikan sebesar 118,29 poin atau 1,56 persen ke posisi 7.695,35.

Penguatan tersebut mengikuti kenaikan bursa saham di kawasan Asia serta pasar global.

Kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 12,25 poin atau sekitar 1,59 persen ke posisi 784,70.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyampaikan, "Dari eksternal, sentimen terbantu oleh penguatan Wall Street dan stabilnya dolar Amerika Serikat, meski risiko geopolitik masih tinggi."

Sentimen Global Dorong Penguatan Pasar

Sentimen positif dari luar negeri juga didukung oleh data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan kinerja kuat.

Data tersebut mencakup laporan tenaga kerja swasta dari Automatic Data Processing serta pertumbuhan sektor jasa yang lebih baik dari perkiraan.

Selain itu, tekanan inflasi di Amerika Serikat juga dilaporkan mulai mereda.

Pelaku pasar juga menantikan arah kebijakan dari forum tahunan Two Sessions di China yang akan menentukan target pertumbuhan serta strategi ekonomi negara tersebut ke depan.

Faktor Energi dan Sentimen Domestik

Harga minyak acuan global Brent Crude Oil dan West Texas Intermediate tercatat bergerak stabil.

Stabilitas harga minyak terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat menjanjikan langkah untuk menjaga kelancaran distribusi minyak di Teluk Persia.

Langkah tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi serta prospek ekonomi global.

Dari dalam negeri, lembaga pemeringkat Fitch Ratings memangkas outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Meski demikian, Fitch Ratings masih mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB atau investment grade.

Penulis :
Ahmad Yusuf