
Pantau - Pemerintah menggencarkan Gerakan Nasional Bersih Pasar untuk menciptakan pasar rakyat yang bersih dan sehat guna meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus menarik minat berbelanja di pasar tradisional.
Program tersebut melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kepolisian Republik Indonesia, serta pemerintah daerah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan kebersihan pasar menjadi faktor penting agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia menjelaskan kondisi pasar yang bersih dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi serta wisata kuliner di kawasan pasar.
“Gerakan bersih pasar ini sebenarnya salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan, kenyamanan para pedagang dan bapak-ibu yang belanja di pasar. Sehingga pasar rakyat ini tetap menjadi pilihan bagi kita semua untuk berbelanja, juga untuk berwisata kuliner,” kata Budi.
Menurutnya, peningkatan kebersihan pasar tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan.
Kebersihan pasar juga berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung serta aktivitas perdagangan.
“Jadi kalau pasarnya bersih, pasarnya sehat, maka semakin banyak orang yang datang untuk berbelanja,” ujarnya.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kementeriannya mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Nasional Bersih Pasar.
Ia menjelaskan pasar rakyat merupakan salah satu titik penting dalam pengelolaan sampah di kawasan perkotaan.
“Pasar sebagai simpul budaya tentu dimaknai tempat berbagai macam karakter berkumpul. Jadi bersihnya pasar rakyat seharusnya mencerminkan bersihnya budaya di masing-masing masyarakatnya,” kata Hanif.
Pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap pengelolaan sampah di kawasan pasar.
Hingga saat ini hampir seluruh pasar di Daerah Khusus Jakarta telah diberikan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah agar pengelola pasar menyelesaikan pengelolaan sampah secara mandiri.
Hanif mengungkapkan volume sampah dari kawasan pasar dan aktivitas perkotaan di Jakarta mencapai hampir 1.000 ton setiap hari.
Kondisi tersebut membutuhkan upaya serius serta kerja sama berbagai pihak untuk mengatasinya.
Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang efektif.
“Sehebat apapun teknologi yang digunakan, secanggih apapun metodologi yang didebatkan, maka sejatinya pengelolaan sampah hanya bisa dimulai setelah dilakukan pemilahan,” tegasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf








