
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Senin sore ditutup melemah 114,92 poin atau 1,61 persen ke posisi 7.022,29 seiring harapan pelaku pasar agar defisit fiskal Indonesia tetap berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga mengalami penurunan sebesar 14,60 poin atau 2,01 persen ke posisi 713,72.
Head of Research dan Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menyatakan bahwa pelaku pasar saat ini menaruh perhatian besar terhadap disiplin fiskal pemerintah.
"Harapan investor saat ini tetap berusaha untuk menjaga defisit di bawah 3 persen," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit fiskal Indonesia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar.
Menurutnya, sejumlah lembaga pemeringkat global bahkan telah menurunkan outlook rating Indonesia akibat kekhawatiran tersebut.
"Saya rasa hal ini merupakan hal yang wajar di tengah penerimaan negara yang masih lemah," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa potensi pelebaran defisit fiskal tidak akan berdampak langsung terhadap pasar saham Indonesia.
Dampak tersebut lebih mungkin terjadi melalui jalur suku bunga atau kebijakan moneter.
Rully menjelaskan bahwa perubahan outlook rating juga berpengaruh terhadap imbal hasil Surat Berharga Negara yang biasanya dianggap sebagai risk free rate dalam penentuan valuasi saham.
Kekhawatiran Defisit APBN dan Skenario Harga Minyak
Kekhawatiran mengenai defisit fiskal juga muncul setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk mengantisipasi skenario terburuk dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Konflik tersebut berpotensi menyebabkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terhadap Produk Domestik Bruto melampaui batas 3 persen.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Airlangga menyampaikan proyeksi skenario pesimistis kepada Presiden Prabowo.
"Skenario terburuk, yang pesimis itu, dengan harga minyak mentah dunia 115 dolar AS per barel, kurs rupiah kita Rp17.500 per dolar AS, growth-nya 5,2 persen, imbal hasil surat berharga 7,2 persen, defisitnya 4,06 persen," ungkap Airlangga.
Harga minyak mentah dunia saat ini tercatat masih berada di bawah skenario tersebut.
Berdasarkan data perdagangan pukul 17.00 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate berada di level 97,80 dolar AS per barel.
Harga minyak mentah jenis Brent tercatat sebesar 104,82 dolar AS per barel.
Sementara itu dalam APBN 2026, asumsi harga minyak mentah Indonesia ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel.
Pergerakan Pasar dan Sentimen Bank Sentral
Pelaku pasar juga menantikan keputusan kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve dan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan pada pekan ini.
Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan hasil rapat Federal Open Market Committee pada Rabu 17 Maret.
Bank Indonesia juga dijadwalkan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur pada Selasa 17 Maret.
Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah pada awal sesi perdagangan.
Sepanjang sesi pertama IHSG bergerak di wilayah negatif.
Pada sesi kedua IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor mengalami pelemahan.
Sektor properti mencatat penurunan terdalam sebesar 2,33 persen.
Sektor energi turun sebesar 2,29 persen.
Sektor barang baku melemah sebesar 1,66 persen.
Sementara dua sektor mencatat penguatan.
Sektor kesehatan naik sebesar 0,12 persen.
Sektor barang konsumen non primer menguat sebesar 0,02 persen.
Saham dengan kenaikan terbesar antara lain PSDN, TRIN, LRNA, EMAS, dan TRUE.
Saham dengan penurunan terbesar yaitu BRMS, ZATA, KUAS, ASPR, dan AMMN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.674.892 kali transaksi.
Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 32,05 miliar lembar saham.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,92 triliun.
Sebanyak 180 saham mengalami kenaikan harga.
Sebanyak 542 saham mengalami penurunan harga.
Sebanyak 98 saham tidak mengalami perubahan harga.
Bursa saham Asia pada penutupan perdagangan juga bergerak bervariasi.
Indeks Nikkei turun 68,50 poin atau 0,13 persen ke posisi 53.751,10.
Indeks Shanghai turun 10,66 poin atau 0,26 persen ke posisi 4.084,79.
Indeks Hang Seng naik 368,41 poin atau 1,45 persen ke posisi 25.834,02.
Indeks Straits Times naik 26,41 poin atau 0,55 persen ke posisi 4.868,69.
- Penulis :
- Shila Glorya







