Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

ICEx Resmi Beroperasi di Bawah OJK, Bangun Ekosistem Kripto Terintegrasi Berstandar Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

ICEx Resmi Beroperasi di Bawah OJK, Bangun Ekosistem Kripto Terintegrasi Berstandar Global
Foto: CEO nternational Crypto Custodian (ICC) Septiyan Andika Isanta, CTO Indonesia Crypto Exchange (ICEx) Group Andrew Marchen, CEO Indonesia Crypto Exchange (ICEx) Group Kai Pang, CFO Indonesia Crypto Exchange (ICEx) Group Rizky Indraprasto, dan CEO Crypto Asset Clearing International (CACI)Andi Nirwoto dalam acara Konferensi Pers "Grand Launching Indonesia Crypto Exchange (ICEx)" di The St. Regis, Jakarta 2/4/2026 (sumber: ANTARA/Niswah Qintara Rahmani)

Pantau - Indonesia resmi memiliki infrastruktur kripto terintegrasi setelah Indonesia Crypto Exchange (ICEx) beroperasi sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 5 Januari 2026.

ICEx hadir sebagai ekosistem yang menggabungkan fungsi bursa, kliring, dan kustodian dalam satu kerangka pengawasan regulator untuk memperkuat industri aset digital nasional.

CEO ICEx Group Kai Pang menyatakan kehadiran ICEx menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun sistem kripto berstandar global.

"Ini bukan sekadar pencapaian domestik. Indonesia sedang membangun infrastruktur kripto berkelas dunia dengan caranya sendiri," ujar Kai Pang.

Integrasi Tiga Lini Infrastruktur

ICEx Group mengoperasikan tiga entitas utama yang saling terintegrasi yakni ICEx sebagai bursa, Crypto Asset Clearing International (CACI) sebagai lembaga kliring, dan International Crypto Custodian (ICC) sebagai kustodian.

Ketiga entitas tersebut telah mengantongi izin resmi dari OJK dan didukung modal dasar sebesar Rp1 triliun yang berasal dari 11 Pedagang Aset Kripto Digital (PAKD) yang juga menjadi pemegang saham sekaligus anggota bursa.

CTO ICEx Group Andrew Marchen mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen transaksi aset digital masyarakat Indonesia masih berlangsung di bursa luar negeri berdasarkan data Asosiasi FinTech Indonesia (Aftech).

"Artinya sebagian besar potensi ekonomi digital kita, likuiditas, aktivitas, bahkan inovasi, masih mengalir ke luar negeri," ujar Andrew Marchen.

Dorong Efisiensi dan Perlindungan Konsumen

Integrasi tiga fungsi dalam ICEx dinilai tidak menambah kompleksitas, melainkan mengurangi fragmentasi yang selama ini menjadi tantangan industri kripto nasional.

Sistem ini diharapkan menciptakan ekosistem yang lebih efisien, transparan, dan dapat dipercaya oleh publik serta regulator.

CFO ICEx Group Rizky Indraprasto menegaskan bahwa perusahaan tetap mengedepankan tata kelola dan integritas dalam pengembangan bisnis.

"Fokus untuk membawa produk-produk sintetik seperti derivatif dengan order book yang lebih tebal, dengan lebih banyak variasi. Dan juga membantu kecepatan adopsi tokenisasi RWA di Indonesia," ujar Rizky Indraprasto.

ICEx menargetkan menjadi bursa dan lembaga kliring kripto terbesar di Indonesia berdasarkan pangsa pasar dengan fokus pada pengembangan produk derivatif dan tokenisasi aset riil atau real world asset (RWA).

Operasional ICEx di bawah pengawasan OJK diharapkan membuat industri kripto nasional lebih terstruktur sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dan membuka peluang masuknya investor institusional ke pasar kripto domestik.

Penulis :
Leon Weldrick