
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 157,66 poin atau 2,19 persen ke posisi 7.026,78 pada Kamis sore akibat sentimen global dari pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tidak memberikan kejelasan terkait konflik Timur Tengah.
Indeks LQ45 turut terkoreksi sebesar 12,21 poin atau 1,68 persen ke posisi 714,58 seiring pelemahan mayoritas bursa saham Asia.
Sentimen Global Tekan Bursa Asia
Bursa saham Asia secara umum mengalami pelemahan karena investor kembali bersikap hati-hati setelah pidato Trump yang dinilai belum memberikan kepastian arah kebijakan.
Seorang analis menyatakan, "Bursa Asia didominasi pelemahan, seiring kembalinya kehati-hatian investor setelah pidato utama Presiden AS Donald Trump yang tidak memberikan kejelasan mengenai waktu penyelesaian konflik di Timur Tengah."
Trump menyampaikan bahwa operasi militer Amerika Serikat hampir selesai, namun tetap membuka peluang langkah agresif lanjutan dalam waktu dekat.
Selain itu, muncul potensi serangan terhadap pembangkit listrik dalam dua hingga tiga pekan ke depan yang turut meningkatkan kekhawatiran pasar.
Faktor Domestik dan Pergerakan Sektoral
Dari dalam negeri, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh data ekspor yang lesu serta pertumbuhan impor yang solid.
Investor juga cenderung menahan diri menjelang rilis data cadangan devisa Maret 2026 setelah pada Februari tercatat turun ke level terendah dalam tiga bulan.
Harga minyak mentah global yang tinggi turut meningkatkan risiko inflasi, meski inflasi tahunan Maret 2026 sebesar 3,48 persen masih berada dalam target Bank Indonesia.
Bank Indonesia disebut telah mengeluarkan langkah-langkah untuk menekan spekulasi pasar dengan fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Secara perdagangan, IHSG dibuka melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan sesi pertama serta bertahan di zona negatif sampai akhir sesi kedua.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor barang konsumen non primer yang menguat 0,59 persen sementara sepuluh sektor lainnya melemah.
Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 4,96 persen, diikuti sektor infrastruktur 3,93 persen dan sektor energi 2,73 persen.
Saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain ALKA, MSIN, BEER, YPAS, dan ASPR.
Sementara saham dengan pelemahan terdalam yakni NSSS, DATA, FWCT, ATAP, dan TALF.
Frekuensi perdagangan mencapai 2.014.275 kali transaksi dengan total 31,54 miliar lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi sebesar Rp16,47 triliun.
Sebanyak 475 saham menguat, 209 saham melemah, dan 135 saham stagnan.
Di kawasan regional, indeks Nikkei turun 1.290,68 poin atau 2,40 persen ke 52.449,00, indeks Shanghai turun 29,27 poin atau 0,74 persen ke 3.919,29, dan indeks Hang Seng turun 177,50 poin atau 0,70 persen ke 25.116,53, sementara indeks Straits Times justru menguat 28,33 poin atau 0,57 persen ke 4.947,50.
- Penulis :
- Arian Mesa









