HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat 2,07 Persen di Tengah Penantian Negosiasi AS-Iran

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Ditutup Menguat 2,07 Persen di Tengah Penantian Negosiasi AS-Iran
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 150,91 poin atau 2,07 persen ke posisi 7.458,50 pada Jumat sore di tengah sikap pelaku pasar yang wait and see terhadap pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan.

Penguatan IHSG Dipicu Sentimen Global

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyampaikan bahwa "IHSG menguat mengikuti penguatan di Wall Street semalam, di tengah negosiasi yang masih berlangsung antara AS dan Iran untuk mencapai penyelesaian konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam minggu,".

Ia mengungkapkan, "Namun, sentimen tetap berhati-hati di tengah berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon, serta gangguan yang terus terjadi di Selat Hormuz, yang berpotensi mempersulit negosiasi,".

Pelaku pasar global saat ini menantikan hasil pembicaraan diplomatik di Islamabad yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memimpin delegasi AS dalam diskusi dengan pejabat Iran.

Dari sisi makroekonomi, investor juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat atau Consumer Price Index (CPI) Maret 2026 untuk mengukur dampak konflik terhadap tekanan harga.

Risalah rapat Federal Open Market Committee menunjukkan kekhawatiran bahwa konflik dapat menjaga inflasi tetap tinggi, sementara The Federal Reserve membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan meskipun masih memproyeksikan satu kali penurunan suku bunga tahun ini.

Kinerja Sektoral dan Perdagangan Saham

Dari dalam negeri, Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia turun menjadi 122,9 pada Maret 2026 dari 125,2 pada Februari 2026 yang merupakan level terendah sejak Oktober 2025.

IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau sepanjang sesi perdagangan pertama hingga kedua.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 4,09 persen.

Sektor keuangan naik 2,92 persen dan sektor barang konsumen nonprimer menguat 2,56 persen, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah tipis sebesar 0,04 persen.

Saham dengan penguatan terbesar antara lain CITY, WBSA, DIVA, OPMS, dan PADI, sedangkan saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah KUAS, HDFA, MSKY, IPAC, dan CTTH.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.287.124 kali transaksi dengan volume mencapai 42,94 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp18,12 triliun.

Sebanyak 485 saham menguat, 181 saham melemah, dan 153 saham stagnan.

Bursa saham regional Asia turut menguat dengan indeks Nikkei naik 1,90 persen, Shanghai naik 0,51 persen, Hang Seng naik 0,55 persen, dan Strait Times menguat 0,15 persen.

Penulis :
Shila Glorya