
Pantau - Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria mencatat sebanyak 167 badan usaha milik negara (BUMN) telah dilikuidasi hingga 28 April 2026 sebagai bagian dari program perampingan besar-besaran yang ditargetkan rampung tahun ini.
"Total yang sudah dilikuidasi itu kurang lebih sampai dengan hari ini sudah sekitar 167 perusahaan," ungkapnya.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi jumlah BUMN dari 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200 hingga 300 entitas agar lebih efektif dan efisien.
Langkah perampingan ini dijalankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dengan fokus meningkatkan daya saing dan kinerja perusahaan negara.
Strategi Likuidasi, Divestasi, dan Konsolidasi
Selain likuidasi, pemerintah menerapkan tiga strategi utama dalam optimalisasi BUMN yaitu divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi.
Likuidasi dilakukan terhadap perusahaan yang memiliki utang lebih besar dibandingkan aset serta tidak memiliki daya saing di pasar.
Divestasi menyasar perusahaan kecil yang berada di luar lini bisnis inti BUMN, termasuk unit usaha seperti agen perjalanan milik perusahaan energi.
Sementara itu, konsolidasi dilakukan dengan menggabungkan perusahaan berdasarkan sektor industri untuk menciptakan skala ekonomi yang lebih besar dan efisien.
Konsolidasi Sektor Strategis dan Perubahan Paradigma
Beberapa sektor yang menjadi target konsolidasi meliputi logistik, rumah sakit, perhotelan, hingga sektor sekuritas dan asuransi.
"Asset management akan bersatu, kemudian hotel dan lain-lain sudah bersatu, kemudian pos dan logistik akan bersatu," ujarnya.
Selain restrukturisasi, terjadi perubahan paradigma dalam hubungan antar BUMN yang kini tidak lagi sekadar sinergi, melainkan menjadi kewajiban yang harus dijalankan.
Kebijakan ini sejalan dengan pembentukan Danantara sebagai sovereign wealth fund yang berperan mengonsolidasikan aset negara agar lebih terarah dan kompetitif di tingkat global.
Seluruh langkah tersebut ditargetkan selesai pada 2026 guna memastikan BUMN memiliki struktur yang lebih ramping, efisien, dan berdaya saing tinggi.
- Penulis :
- Arian Mesa







