Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Komisi Eropa Tegaskan Gaza Harus Jadi Bagian Palestina, Serukan Gencatan Senjata dan Akses Kemanusiaan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi Eropa Tegaskan Gaza Harus Jadi Bagian Palestina, Serukan Gencatan Senjata dan Akses Kemanusiaan
Foto: (Sumber: Foto Dokumen: Bendera Uni Eropa berkibar di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussel, Belgia, 17 Juni 2022. (ANTARA/REUTERS/Yves Herman))

Pantau - Komisi Eropa kembali menegaskan bahwa Jalur Gaza harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari negara Palestina di masa depan, seraya mendesak gencatan senjata berkelanjutan dan akses bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Juru Bicara Komisi Eropa, Anitta Hipper, dalam konferensi pers pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Menurut Hipper, situasi di Gaza hingga kini masih berada dalam kondisi yang "tak tertahankan".

Hipper menyerukan upaya segera untuk memastikan deeskalasi konflik dan bantuan kemanusiaan menjangkau masyarakat sipil yang terdampak.

"Oleh karena itu, sangat positif bahwa PBB dan Israel telah mencapai kesepahaman mengenai akses untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza", ujarnya.

UE Tolak Perubahan Status Gaza, Tekankan Pentingnya Solusi Dua Negara

Hipper menambahkan bahwa meskipun terdapat perkembangan positif, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di lapangan.

"Jelas bahwa Gaza harus menjadi bagian integral dari negara Palestina di masa depan", tegasnya.

Komisi Eropa juga menegaskan penolakannya terhadap segala upaya yang mengubah status demografis maupun geografis wilayah Gaza, termasuk yang dilakukan melalui pendudukan Israel.

Ketika ditanya mengenai sikap Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, yang dinilai bungkam terkait isu Gaza, Hipper membantah dan menyatakan bahwa Kallas justru “sangat vokal” dalam menyampaikan pandangannya melalui berbagai pernyataan dan media sosial.

Namun saat diminta konfirmasi apakah Kallas meyakini bahwa kelaparan sedang terjadi di Gaza, Hipper tidak memberikan jawaban langsung.

"Perwakilan Tinggi telah sangat tegas dalam menanggapi situasi, baik terkait pembunuhan, bencana kemanusiaan… gambar-gambar yang tak tertahankan dan tak dapat dibenarkan yang telah kita lihat", ucapnya.

Lebih dari 60 Ribu Warga Tewas, Gaza Hadapi Kelaparan Ekstrem

Menurut data otoritas kesehatan, sejak Oktober 2023, lebih dari 60.000 warga Gaza telah tewas akibat serangan udara dan darat yang dilakukan oleh Israel.

Serangan tersebut juga menghancurkan infrastruktur penting di Gaza dan memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Blokade yang diberlakukan serta buruknya distribusi bantuan menyebabkan kekurangan pangan ekstrem.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa setidaknya 188 orang, termasuk 94 anak-anak, telah meninggal akibat malnutrisi sejak perang dimulai hampir dua tahun lalu.

Penulis :
Ahmad Yusuf