
Pantau - Pemerintah China menyatakan bahwa tidak ada warga negaranya yang terdampak akibat serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekaligus mengecam keras penangkapan paksa Presiden Nicolás Maduro dan istrinya oleh AS.
China Soroti Keamanan Warganya dan Serukan Pembebasan Maduro
"China memantau dengan cermat situasi keamanan di Venezuela. Sejauh ini belum ada laporan tentang personel China di Venezuela yang terkena dampak serangan udara AS," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing pada Senin, 5 Januari.
Konferensi pers tersebut dipenuhi pertanyaan seputar serangan udara besar-besaran AS ke wilayah Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Caracas.
Keduanya saat ini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn, New York, Amerika Serikat.
Beberapa jam sebelum penangkapannya, Maduro sempat bertemu dengan perwakilan pemerintah China yang dipimpin oleh Wakil Khusus China untuk Urusan Amerika Latin, Qiu Xiaoqi, di Istana Miraflores.
Dalam pertemuan itu, Maduro menegaskan kembali hubungan strategis antara Caracas dan Beijing, serta menyatakan komitmennya terhadap pembangunan dunia multipolar yang damai dan berkelanjutan.
Sementara itu, pada malam sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga diketahui mengadakan pertemuan dengan Duta Besar AS untuk China, David Perdue, namun tidak dijelaskan isi pembicaraannya.
China Kecam Tindakan AS dan Dukung Zona Perdamaian di Amerika Latin
Lin Jian menolak mengungkap isi dialog antara Qiu Xiaoqi dan Maduro, namun menyampaikan kecaman keras atas tindakan Amerika Serikat.
"China telah menyatakan posisinya tentang penangkapan paksa Presiden Nicolás Maduro dan istrinya oleh AS. Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam atas penangkapan paksa Presiden Nicolás Maduro dan istrinya oleh AS dan membawa mereka keluar dari negara tersebut," tegasnya.
China menilai langkah AS sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, norma dasar hubungan antarnegara, serta tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"China menyerukan kepada AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, segera membebaskan mereka, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi," kata Lin.
China juga kembali menegaskan dukungannya terhadap kawasan Amerika Latin dan Karibia sebagai Zona Perdamaian.
Lin menambahkan, "Kami menentang ancaman atau penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional, dan langkah-langkah hegemonik yang melanggar Piagam PBB dan melanggar kedaulatan negara lain."
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan








