Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Keberatan AS Rencanakan Ambil Puluhan Juta Barel Minyak Venezuela Usai Penangkapan Maduro

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Keberatan AS Rencanakan Ambil Puluhan Juta Barel Minyak Venezuela Usai Penangkapan Maduro
Foto: (Sumber: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning (ANTARA/Desca Lidya Natalia).)

Pantau - Pemerintah China menyatakan keberatan atas rencana Amerika Serikat untuk memperoleh 30 hingga 50 juta barel minyak dari Venezuela menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing pada Rabu, 7 Januari 2026.

China menegaskan Venezuela merupakan negara berdaulat yang memiliki kedaulatan penuh dan permanen atas seluruh sumber daya alam serta kegiatan ekonominya.

China menilai permintaan Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela melanggar hukum internasional, mencederai kedaulatan negara, dan merusak hak-hak rakyat Venezuela.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyepakati penyerahan 30 hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.

Trump menyatakan minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar dan hasil penjualannya akan dikontrol langsung olehnya untuk memastikan pemanfaatannya bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

Trump juga mengaku telah meminta Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana pengambilan minyak yang akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dikirim ke dermaga-dermaga di Amerika Serikat.

Pada Senin, 5 Januari 2026, Trump menyebut perusahaan-perusahaan minyak Amerika tertarik bekerja di Venezuela dan siap menanamkan investasi pada infrastruktur negara tersebut.

Berdasarkan data Petroleos de Venezuela s.a., ekspor minyak Venezuela pada November 2025 mencapai 952.000 barel per hari sebelum diberlakukannya blokade militer Amerika Serikat pada Desember 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 778.000 barel per hari dikirim ke China sehingga China menguasai sekitar 81,7 persen pangsa ekspor minyak Venezuela.

Produksi minyak harian Venezuela pada 2025 tercatat sekitar 1,1 juta barel per hari atau turun tajam dibandingkan era 1970-an yang mencapai 3,5 juta barel per hari akibat tata kelola buruk, minim investasi, dan sanksi internasional.

China menegaskan kerja sama energi dengan Venezuela merupakan kerja sama antarnegara berdaulat yang dilindungi hukum internasional serta menuntut perlindungan atas hak dan kepentingan sah China.

China menyatakan Amerika Serikat telah lama memberlakukan sanksi sepihak ilegal, menggunakan kekuatan terhadap Venezuela, merusak tatanan ekonomi dan sosial, serta mengancam stabilitas rantai industri dan pasokan global.

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia yang mencapai sekitar 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari total cadangan global.

Menurut American Enterprise Institute dan Morgan Stanley, China telah menanamkan investasi miliaran dolar di industri minyak Venezuela melalui perusahaan negara dan swasta sejak 2016.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan besar pada 3 Januari 2025 yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro dan Cilia Flores yang kemudian diadili pada 5 Januari 2026 atas dakwaan terorisme narkoba dan konspirasi impor kokain.

Penulis :
Ahmad Yusuf