
Pantau - Ribuan orang turun ke jalan di New York untuk memprotes kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, menurut laporan dari koresponden RIA Novosti. Para pengunjuk rasa berbaris di sepanjang Fifth Avenue, tempat Trump Tower berada, untuk mengekspresikan ketidaksetujuan mereka terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Trump.
Isu yang Diprotes oleh Peserta Aksi
Para demonstran membawa spanduk yang mengkritik berbagai kebijakan pemerintah AS, termasuk tindakan terhadap Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), kebijakan luar negeri AS terhadap Venezuela, serta kebijakan dalam negeri Trump secara umum. Slogan-slogan yang mereka teriakkan antara lain "Tidak ada raja," "Tidak ada ICE," dan "Tidak ada perang!".
Hingga pukul 14:30 waktu setempat, protes berlangsung dengan damai tanpa campur tangan polisi.
Ketegangan Terkait Venezuela
Aksi protes ini juga berkaitan dengan ketegangan internasional setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan AS terhadap Venezuela pada 3 Januari 2026. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke New York.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas tuduhan "narkoterorisme" dan ancaman terhadap keamanan, termasuk ancaman terhadap AS. Tindakan ini semakin memicu ketegangan internasional, dengan Rusia, China, dan Korea Utara mengutuk keras intervensi AS di Venezuela.
Reaksi Internasional
Setelah serangan AS, Mahkamah Agung Venezuela sementara waktu mentransfer tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez, yang dilantik sebagai presiden sementara pada 5 Januari. Di sisi lain, Rusia menunjukkan solidaritas dengan rakyat Venezuela melalui pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia, yang menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta menghindari eskalasi lebih lanjut.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







