
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih melakukan perdagangan dengan Iran untuk seluruh transaksi bisnis mereka dengan Amerika Serikat.
Kebijakan tersebut diumumkan Trump pada Senin melalui platform media sosial Truth Social dan disebut berlaku serta merta.
Trump menegaskan keputusan tarif itu bersifat final dan mengikat, meski hingga kini belum ada rincian lanjutan mengenai jenis tarif impor yang akan diterapkan.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika Teheran menggunakan kekuatan berlebihan untuk meredam aksi protes di dalam negeri.
Gedung Putih menyampaikan Trump tetap tertarik menjajaki jalur diplomasi, meski tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut diplomasi menjadi pilihan pertama Trump, namun semua opsi termasuk serangan udara tetap terbuka.
Gedung Putih juga menilai pesan publik yang disampaikan otoritas Iran berbeda dengan pesan yang diterima pemerintah Amerika Serikat melalui jalur tertutup.
Trump dikatakan tertarik untuk mendalami pesan yang disampaikan Iran melalui komunikasi privat tersebut.
Di dalam negeri Iran, unjuk rasa pro-pemerintah berlangsung di sejumlah wilayah di tengah protes anti-pemerintah yang telah berlangsung sekitar 16 hari akibat memburuknya kondisi ekonomi.
Para pengunjuk rasa pro-pemerintah berkumpul di Lapangan Enghelab dekat Universitas Teheran sambil mengibarkan bendera Iran dan mengecam kekerasan di ruang publik.
Massa juga menuding adanya campur tangan asing dalam urusan domestik Iran.
Unjuk rasa serupa dilaporkan terjadi di kota Kerman, Zahedan, dan Birjand di wilayah timur Iran.
Sejumlah pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik aksi pengunjuk rasa bersenjata.
Pemerintah Iran menyebut terjadi serangan terhadap fasilitas publik di beberapa daerah.
Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penyitaan 273 senjata api dari sebuah truk kargo internasional dan penangkapan tiga orang.
Aparat juga menangkap lima orang yang diduga terkait jaringan teroris di kota Khorramabad yang berafiliasi dengan partai etnis Kurdi terlarang.
Selain itu, 15 orang lainnya ditangkap karena diduga terhubung dengan saluran televisi oposisi berbahasa Persia yang beroperasi dari luar negeri.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







