
Pantau - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa penjajahan Zionis Israel atas wilayah Palestina harus diakhiri terlebih dahulu sebelum perdamaian dapat dijalankan secara efektif di Gaza.
" Kami percaya, seberapa pun solusi damai dibahas, selama penjajahan masih berlangsung, upaya itu tidak akan membuahkan hasil. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengakhiri penjajahan terhadap wilayah Palestina," ungkapnya dalam taklimat media di Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026.
Pernyataan Boroujerdi merupakan tanggapan langsung terhadap pembentukan Dewan Perdamaian Gaza, sebuah inisiatif yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memimpin pemulihan Gaza setelah dua tahun agresi militer Israel.
Boroujerdi menyatakan bahwa proses perdamaian tidak akan berjalan efektif jika akar permasalahan, yaitu pendudukan wilayah Palestina, tidak diselesaikan terlebih dahulu.
"Seperti seseorang yang menduduki sebagian rumah, lalu mengajak pemiliknya untuk berunding," ujarnya memberikan perumpamaan.
Iran Hormati Pilihan Negara Lain, Namun Kritik Tetap Disampaikan
Boroujerdi menegaskan bahwa Iran tetap menghormati keputusan negara-negara yang memilih bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.
Ia mengakui bahwa setiap negara memiliki kepentingan nasional dan pertimbangan politik tersendiri dalam menyikapi isu Palestina.
Dewan Perdamaian Gaza diumumkan secara resmi oleh Presiden Trump pada pekan lalu.
Keanggotaan dewan ini mencakup tokoh-tokoh penting seperti Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, dan menantu presiden, Jared Kushner.
Dewan ini diberi mandat untuk memberikan pengawasan strategis, memobilisasi sumber daya internasional, dan memastikan akuntabilitas selama masa transisi Gaza dari konflik menuju perdamaian dan pembangunan.
Trump juga telah mengundang puluhan negara untuk bergabung, termasuk Hungaria, Argentina, Azerbaijan, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Arab Saudi, dan Turki.
Indonesia diketahui telah menerima tawaran untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, keputusan yang diumumkan melalui pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri RI bersama tujuh negara Arab dan Islam lainnya pada Kamis.
Namun, tidak semua negara menyambut baik inisiatif ini.
Sejumlah negara Eropa menyampaikan kekhawatiran bahwa pembentukan Dewan Perdamaian Gaza berpotensi menggeser peran sentral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelesaian konflik global.
- Penulis :
- Leon Weldrick







