Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Tuduh Iran Bangkitkan Program Nuklir, Perundingan AS-Iran Tetap Dijadwalkan di Oman

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Trump Tuduh Iran Bangkitkan Program Nuklir, Perundingan AS-Iran Tetap Dijadwalkan di Oman
Foto: Ilustrasi - Ujicoba peluncuran hulu ledak nuklir (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuding Iran mencoba menghidupkan kembali program nuklirnya setelah serangan militer AS pada musim panas tahun lalu.

Dalam wawancara dengan NBC News, Trump menyatakan, "Mereka mencoba kembali ke lokasi itu. Mereka bahkan tidak bisa mendekatinya, kehancurannya total," ungkapnya.

Trump menambahkan bahwa Iran berencana membangun fasilitas baru di lokasi lain di negaranya.

"Namun, mereka berpikir untuk memulai lokasi baru di bagian lain negara itu. Kami mengetahuinya. Saya berkata, ‘Jika kalian melakukan itu, kami akan melakukan hal-hal yang sangat buruk kepada kalian’," ia mengungkapkan.

Pernyataan Trump muncul menjelang rencana perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Teheran yang dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat di Muscat, ibu kota Oman.

Perundingan AS-Iran Tetap Digelar Meski Ada Ketegangan

Meskipun sebelumnya sempat diragukan, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada kantor berita Anadolu bahwa perundingan antara AS dan Iran akan tetap berlangsung sesuai rencana.

Pemerintah Iran juga menyatakan hal serupa, dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebutkan, "Pembicaraan akan dimulai pada Jumat pagi," ungkapnya.

Media Amerika Serikat, Axios, melaporkan bahwa Washington menolak permintaan Teheran untuk mengubah lokasi atau format perundingan.

Axios mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan, "Kami mengatakan kepada mereka pilihannya adalah ini atau tidak sama sekali, dan mereka berkata, ‘Baik, kalau begitu tidak sama sekali’," ujarnya.

Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa Iran dan AS dijadwalkan menggelar perundingan tidak langsung di Muscat, dengan fokus pada isu-isu nuklir.

Ketegangan Meningkat, Isu Non-Nuklir Masuk Agenda

Kota Istanbul sempat diajukan sebagai lokasi alternatif karena keberhasilan Turki meredakan ketegangan antara Teheran dan Washington, namun akhirnya dibatalkan.

Axios juga menyebutkan bahwa jika Iran bersedia kembali pada format awal perundingan, maka AS siap melanjutkan pertemuan pada pekan ini atau pekan depan.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan bahwa Washington mencoba memasukkan isu-isu non-nuklir seperti pertahanan ke dalam agenda perundingan.

Rencana perundingan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, menyusul kehadiran militer AS di kawasan Teluk Persia dan ancaman militer yang terus disuarakan oleh Trump.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara telah menawarkan diri sebagai mediator untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS.

Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel, menuduh Iran tengah berusaha mengembangkan senjata nuklir.

Namun, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata bertujuan damai, termasuk untuk pembangkitan listrik.

Penulis :
Shila Glorya