
Pantau - Pemerintah Iran menyatakan bahwa Rusia dan China dapat membantu meredakan konflik yang melibatkan Iran sekaligus memperkuat proses diplomatik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti.
“Negara-negara yang Anda sebutkan, yakni Rusia, China, dan banyak mitra internasional lainnya, dapat memainkan peran yang efektif dalam memperkuat proses diplomatik, meredakan ketegangan, serta mendukung prinsip-prinsip hukum internasional,” ungkap Fatemeh Mohajerani.
Ia menambahkan bahwa Iran berharap komunitas internasional serta negara-negara sahabat mengambil pendekatan yang bertanggung jawab terhadap berbagai pelanggaran hukum internasional.
Iran juga berharap adanya perhatian terhadap serangan terhadap warga sipil serta berbagai agresi yang ditujukan kepada negaranya.
“Kerja sama kemanusiaan dan dukungan internasional dalam situasi saat ini dapat membantu meringankan kesulitan yang dihadapi oleh penduduk sipil,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah menyusul serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026 tersebut menyasar beberapa lokasi strategis termasuk wilayah ibu kota Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.
Setelah serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan balasan tersebut dilakukan Iran sebagai bentuk pertahanan diri atas serangan yang sebelumnya dilancarkan terhadap wilayahnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan








