
Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ali Khamenei dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan Maharani dalam pidatonya saat membuka Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa pagi.
"Atas nama pimpinan dan anggota DPR RI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer Israel dan AS terhadap wilayah Iran," kata Puan.
Ia menyebut Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam pembukaan konstitusi turut menyampaikan simpati mendalam kepada seluruh rakyat Iran.
DPR Soroti Eskalasi Konflik Global
Puan menilai dunia saat ini sedang menyaksikan konflik geopolitik yang menggunakan kekuatan militer sebagai instrumen utama.
Menurutnya, ketegangan tersebut mencerminkan dinamika hubungan internasional yang dipenuhi kepentingan strategis, dominasi keamanan regional, serta persaingan kekuatan global.
Ia memandang konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan di tingkat regional.
Konflik tersebut juga dinilai menggambarkan tantangan besar terhadap tata kelola global di masa depan.
Puan menyebut meningkatnya eskalasi aksi militer menunjukkan bahwa penggunaan kekuatan militer saat ini telah mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Ia juga menilai eskalasi konflik memperlihatkan dominasi negara tertentu terhadap negara lain serta mengabaikan peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik yang lebih luas.
Dorong Peran PBB dan Diplomasi Damai
Puan menilai situasi tersebut menunjukkan kegagalan sistem keamanan global dalam menjamin keseimbangan kepentingan antarnegara.
Menurutnya, kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan hukum internasional serta peran lembaga internasional dalam menjaga perdamaian dunia.
Ia menekankan pentingnya menjaga keadilan, stabilitas global, serta hak setiap negara untuk mempertahankan kedaulatannya.
DPR RI mendukung setiap upaya dan inisiatif diplomasi untuk mendorong seluruh pihak menahan diri serta menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
DPR RI juga mendorong penyelesaian sengketa secara damai dengan tetap menghormati kedaulatan negara.
Selain itu, DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil peran aktif dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional.
PBB juga didorong untuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat sipil serta menjaga perdamaian dan stabilitas global.
Di sisi lain, DPR RI menegaskan pemerintah Indonesia harus terus menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepentingan nasional secara bijaksana, konsisten, dan konstruktif dalam menghadapi dinamika geopolitik global.
Klaim Trump dan Respons Pemerintah Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 28 Februari, mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas," ujar Trump melalui media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan tanpa disertai bukti atas klaim tersebut.
Trump juga menyatakan bahwa Khamenei tidak dapat menghindari sistem intelijen dan pelacakan canggih milik Amerika Serikat.
Ia menyebut kerja sama erat antara Amerika Serikat dan Israel membuat pemimpin Iran tersebut serta sejumlah pejabat lain tidak dapat meloloskan diri.
Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung selama 40 hari setelah Ali Khamenei dinyatakan syahid dalam serangan tersebut.
Pemerintah Iran juga menetapkan libur kerja selama satu minggu setelah peristiwa tersebut sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars pada Minggu, 1 Maret.
- Penulis :
- Aditya Yohan








