
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi gabungan multinasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengamankan Selat Hormuz dapat segera dimulai di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Donald Trump kepada wartawan ketika ditanya mengenai waktu pelaksanaan operasi pengamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
"Segera, tetapi kita perlu sedikit waktu untuk sampai ke sana," ungkapnya.
Trump juga menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat saat ini masih melakukan sejumlah persiapan sebelum operasi tersebut benar-benar dilaksanakan.
Trump menuntut agar negara-negara lain ikut membantu mengamankan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Pemerintah Amerika Serikat disebut sedang melakukan negosiasi dengan tujuh negara terkait rencana operasi pengamanan tersebut.
Selat Hormuz diketahui merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia menuju pasar global.
Di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah, aktivitas pengiriman melalui jalur tersebut dilaporkan praktis terhenti.
Ketegangan kawasan meningkat setelah pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel.
Selain itu Iran juga menyerang fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Situasi keamanan yang memburuk membuat sejumlah perusahaan asuransi mulai menaikkan premi bagi kapal yang melintas di wilayah tersebut.
Perusahaan asuransi juga mulai meninjau kembali cakupan perlindungan mereka akibat meningkatnya ancaman keamanan di kawasan Selat Hormuz.
- Penulis :
- Aditya Yohan








