
Pantau - Kasus korupsi yang marak terjadi membuat gerah sejumlah orang. Termasuk Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ia bahkan sempat ingin angkat kaki dari Indonesia. Dulu. Sebelum Ahok dikenal sebagai pejabat publik di Indonesia.
"Waktu itu saya sempat mau pindah ke Kanada, karena liat korup kan semua masukin barang juga ditekan, kontraktor juga gitu. Bapak saya bilang 'kamu jangan pindah, rakyat butuh kamu. Butuh apa? Kamu yang sekolah tinggi di kampung aja dikerjain gimana rakyat yang enggak sekolah'," kata Ahok dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Panggil Saya BTP, Jumat (8/7/2022).
Kala itu, Ahok pesimistis dirinya bisa menjadi pemimpin untuk mengurangi praktik korupsi. Ia menyadari bahwa dirinya berasal dari kelompok minoritas jika dilihat dari sisi postur populasi Indonesia.
"Saya bilang muka minyak babi kaya kita apa gunanya Pak? Bapak saya marah. Iya dong? Kita kan cacatnya gampang banget. Cuma 2 untuk nekan saya. Kalau enggak muka minyak babi, aseng, asing, ya China lah, kafir lah. Macam-macam lah. Tapi bapak saya bilang 'Jangan! Kamu percaya sama saya suatu hari kelak rakyat akan memilih kamu untuk memperjuangkan haknya, kamu enggak boleh pergi. Kamu harus stay di sini," ungkap Ahok.
Ia bahkan sempat ingin angkat kaki dari Indonesia. Dulu. Sebelum Ahok dikenal sebagai pejabat publik di Indonesia.
"Waktu itu saya sempat mau pindah ke Kanada, karena liat korup kan semua masukin barang juga ditekan, kontraktor juga gitu. Bapak saya bilang 'kamu jangan pindah, rakyat butuh kamu. Butuh apa? Kamu yang sekolah tinggi di kampung aja dikerjain gimana rakyat yang enggak sekolah'," kata Ahok dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Panggil Saya BTP, Jumat (8/7/2022).
Kala itu, Ahok pesimistis dirinya bisa menjadi pemimpin untuk mengurangi praktik korupsi. Ia menyadari bahwa dirinya berasal dari kelompok minoritas jika dilihat dari sisi postur populasi Indonesia.
"Saya bilang muka minyak babi kaya kita apa gunanya Pak? Bapak saya marah. Iya dong? Kita kan cacatnya gampang banget. Cuma 2 untuk nekan saya. Kalau enggak muka minyak babi, aseng, asing, ya China lah, kafir lah. Macam-macam lah. Tapi bapak saya bilang 'Jangan! Kamu percaya sama saya suatu hari kelak rakyat akan memilih kamu untuk memperjuangkan haknya, kamu enggak boleh pergi. Kamu harus stay di sini," ungkap Ahok.
- Penulis :
- Muhammad Rodhi









