Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Ancaman Stunting Bisa Bikin Penduduk Indonesia Jadi Pengemis di Tahun 2033

Oleh Rifeni
SHARE   :

Ancaman Stunting Bisa Bikin Penduduk Indonesia Jadi Pengemis di Tahun 2033

Pantau.com - Masuk sebagai lima negara terbesar anak-anak menderita stunting atau gagal tumbuh, membuat Indonesia diprediksi pada 2033 mendatang semua penduduknya mengemis.

Hal ini terjadi apabila Indonesia tidak bisa mengatasi permasalahan stunting yang amat mengancam. Terbukti pada 2013 lalu sebanyak 37,5 persen anak Indonesia menderita stunting.

"Dasarnya kalau kepalanya otaknya enggak sekolah, mau kerja apa sekarang? Kemampuan kognitifnya sudah turun, mau sekolah enggak bisa, mau masuk sekolah luar biasa enggak punya duit. Terus dia mau jadi kuli, karena makannya enggak beres, asal makan saja, zat besinya kurang, ngangkut barang ketiban. Siapa yang ngerjain (kasih kerja) tuh orang," jelas Divisi Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik Dwi Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM Dr Damayanti Rusli Sjarif di Kafe Paradigma, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

Baca juga: Studi: Model Meja Kerja Pengaruhi Biaya Kesehatan

Pandangan itu memang sekedar hitung-hitungan kasar Damayanti, tapi alangkah baiknya diperhatikan pemerintah demi menjaga keberlangsungan penerus bangsa Indonesia.

"Kita aja stunting 37 persen, kita kan Indonesia 2013. 37,5 persen dibilang, kali aja penduduk anak-anak 25 juta kan, anaknya 37,5 sepertiganya kan, 7 juta hingga 8 juta, mangkanya kita nomer 5 di dunia," jelasnya.

"Coba bayangkan enggak, stres kan?," sambung Damayanti berapi-api.

Stunting sendiri adalah gejala di mana anak berhenti tumbuh, dan tidak seperti anak-anak normal pada umumnya. Tidak hanya fisik, stunting juga dapat mengakibatkan menurunnya daya pikir.

Baca juga: Studi: Orang Kaya Cenderung Pelit Menyumbang Dibanding Orang Miskin

Gejala ini terjadi akibat anak tidak mendapat asupan gizi dan nutrisi sebagaimana dibutuhkan anak-anak untuk tumbuh, seperti zat besi, protein, lemak hingga serat.

Penulis :
Rifeni