
Pantau - Perawat satwa di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, memastikan bahwa kebutuhan pakan dan kesehatan 30 ekor harimau yang menghuni taman tersebut tetap terpenuhi, termasuk selama masa libur Tahun Baru 2026.
Pakan Teratur dan Penanganan Khusus untuk Satwa Buas
Fahmi (30), salah satu perawat satwa, menjelaskan bahwa setiap harimau Sumatera mendapatkan lima hingga enam kilogram pakan setiap hari.
Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yaitu pada siang dan sore hari.
Salah satu harimau yang dirawat Fahmi adalah Rafa, harimau Sumatera berusia 11 tahun yang diberi pakan berupa campuran daging ayam dan sapi dengan kandungan gizi seimbang.
Sebanyak 15 petugas bergiliran memberikan pakan kepada para harimau, dilakukan satu per satu mengingat sifat harimau yang soliter.
"Kalau untuk tantangannya sih sendiri itu kita harus lebih hati-hati ya. Karena yang namanya kita ngerawat hewan buas, jadi balik lagi ke diri kita sendiri untuk tetap waspada gitu," ujar Fahmi.
Ia juga menyebut bahwa harimau memiliki sifat yang mirip dengan kucing, tetapi tetap memerlukan kewaspadaan ekstra dalam perawatan.
Bonding Jadi Kunci Kedekatan dengan Harimau
Pendekatan kepada harimau dilakukan melalui proses bonding agar hewan merasa lebih dekat dan nyaman dengan perawatnya.
Proses ini dilakukan dengan cara memanggil nama, menyuapi makanan menggunakan alat, serta mengajak harimau berbicara secara rutin.
"Kita pendekatan bonding kita panggil namanya, terus kita suapin sambil kita ajak ngobrol. Gimana kabarnya hari ini? gitu. Enak tidurnya, nyenyak kah? gitu," ungkap Fahmi.
Fahmi merupakan lulusan D3 Peternakan dari Institut Pertanian Bogor, dan telah bertugas merawat satwa karnivora tersebut dengan pendekatan yang penuh kehati-hatian dan empati.
Taman Margasatwa Ragunan saat ini memiliki 30 ekor harimau, terdiri atas 18 Harimau Sumatera dan 12 Harimau Benggala, dengan rentang usia antara 11 hingga 20 tahun.
Taman seluas 147 hektare ini dihuni lebih dari 2.009 ekor satwa dan ditumbuhi lebih dari 20.000 pohon.
Sebagian lahan taman telah tertata dan dibangun, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengembangan menuju kebun binatang modern sebagai identitas Kota Jakarta.
Pada momentum Tahun Baru 2026, pengelola memprediksi jumlah pengunjung mencapai 100.000 orang.
- Penulis :
- Gerry Eka







