
Pantau.com - Stres menjadi salah satu masalah yang banyak diderita oleh masyarakat. Tapi tahukah Anda ada beberapa penyakit yang muncul akibat stres yang berlebih?
Ketika Anda mengalami stres, tubuh memberikan gejala-gejala yang jika didiamkan akan berubah menjadi penyakit. Apa saja itu? Dilansir dari Bright Side, berikut tanda-tanda penting bahwa tubuhmu sangat stres.
Baca juga: Hati-hati, Stres Bisa Turunkan Tingkat Kewaspadaan Seseorang
1. Penyakit kulit
Psoriasis, jerawat, dan penyakit kulit lainnya dapat disebabkan oleh stres. Para ilmuwan melakukan penelitian di kalangan siswa, dan itu menunjukkan hubungan langsung antara tingkat stres psikologis yang tinggi dan masalah kulit. Eksperimen dengan tikus memberikan hasil yang sama. Hewan-hewan yang terpapar dosis besar stres lebih rentan terhadap infeksi kulit.

Ilustrasi stres. (Foto: Shutterstock)
2. Mengubah berat badan
Anda mungkin berada dalam situasi di mana Anda tidak bisa menstabilkan berat badan dengan diet atau latihan fisik. Beberapa pengalaman yang sangat intens dapat membuat Anda menambah berat badan. Ternyata, situasi stres yang sering meningkatkan produksi hormon kortisol. Ini menstabilkan metabolisme lemak dan karbohidrat dan mendukung kadar gula yang diperlukan dalam darah.
Jika seseorang memiliki terlalu banyak hormon, orang tersebut akan makan lebih banyak, tubuh akan menghasilkan lebih sedikit testosteron, dan tubuh akan membakar lebih sedikit kalori. Dan ini akan membuat Anda bertambah berat.
Terkadang stres dan kecemasan menyebabkan orang kehilangan berat badan. Peningkatan kadar adrenalin dalam darah membuat ini terjadi. Adrenalin mempercepat metabolisme, tetapi memperlambat ekskresi lemak. Para ilmuwan juga menyalahkan hormon CRH karena penurunan berat badan.
3. Sering flu
Seperti yang kami katakan sebelumnya, stres menyebabkan produksi kortisol, yang dapat menekan peradangan. Namun, jika seseorang mengalami stres kronis, sistem kekebalan menjadi kurang sensitif terhadap kortisol, yang menghasilkan peradangan yang lebih serius. Tubuh kemudian memiliki risiko lebih tinggi terkena flu.
Jangan salahkan cuaca dingin karena itu hanya pemicu tubuh dengan sistem kekebalan yang lemah. Jika Anda sering sakit, pikirkan sesuatu yang membuat Anda sangat khawatir dalam hidup Anda, dan cobalah untuk menghilangkannya.

Ilustrasi stres. (Foto: Shutterstock)
4. Gangguan pencernaan
Ada bukti ilmiah bahwa stres dapat memiliki efek negatif pada saluran pencernaan. Terkadang, obat untuk perut kembung dan sakit perut tidak membantu. Dalam hal ini, kunjungan ke psikolog bisa sangat membantu. Seorang dokter akan menentukan penyebab kecemasan Anda dan mencoba membantu Anda.
Baca juga: Selain Meredakan Stres, Ini 5 Manfaat Berciuman untuk Kesehatan
5. Kesulitan fokus
Orang-orang yang telah lama tertekan merasa sulit untuk fokus pada tugas. Jika Anda menyadari bahwa Anda menjadi kurang fokus dari biasanya, mungkin sudah waktunya untuk sedikit melambat dan beristirahat. Ini terjadi karena ketegangan saraf.

Ilustrasi stres. (Foto: Shutterstock)
6. Kehilangan rambut
Para ilmuwan telah sampai pada kesimpulan bahwa stres dapat membuat Anda sebagian atau bahkan sepenuhnya botak. Jika Anda memperhatikan bahwa Anda memiliki rambut lebih sedikit dari sebelumnya, dan berbagai vitamin tidak memberikan efek positif, stres mungkin menjadi alasannya.
7. Sakit kepala
Sakit kepala dapat disebabkan oleh banyak alasan: osteochondrosis, posisi yang salah saat tidur, tekanan darah rendah atau tinggi, sinusitis, kehamilan, dan banyak lainnya. Tetapi kadang-kadang sakit kepala disebabkan oleh stres emosional yang Anda miliki di tempat kerja atau di rumah.
Minum pil dapat membantu mengatasi sakit kepala. Tetapi jika Anda tidak mengecualikan situasi stres dari hidup Anda, sakit kepala akan kembali berulang kali.
- Penulis :
- Kontributor NPW









