
Pantau - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ayah kandung Emmeril Khan Mumtadz, mempersilakan kepada khalayak yang memiliki utang piutang dengan putranya untuk datang. Hal ini dikatakan Ridwan Kamil usai pemakaman Eril.
"Jika di dunia almarhum Eril ada utang piutang, janji, komitmen lain-lain yang belum tunai, kami mohon segera untuk menghubungi keluarga kami agar segera terselesaikan dengan sempurna," Ujar Ridwan Kamil, Senin, (13/6/2022).
Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril telah selesai dimakamkan, Senin (13/6/2022) sekitar pukul 11.37 WIB di Islamic Center Baitul Ridwan, Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Atas nama keluarga, Kang Emil memohon maaf jika semasa hidup anaknya bersalah.
"Kami atas nama keluarga memhon maaf jika Eril semasa hidup banyak salah. Ada ucapan, ada hal yang kurang berkenan, kami memohon maaf sebesar-besarnya," ujarnya.
"Ananda Emmeril Khan Mumtadz telah selesai tugas di dunia dengan paripurna, tidak kurang, tidak lebih. Allah sudah tetapkan. Karena tidak satu pun daun yang jatuh dari ranting yang patah kecuali atas izin kehendak Allah SWT," lanjut Kang Emil.
Nisan yang terbuat dari kayu dipasangkan di sisi atas dan bawah makam bertuliskan ‘Emmeril Kahn Mumtadz bin Ridwan Kamil’.
Eril meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss, pada Kamis (26/5/2022) saat berenang bersama keluarga.
"Jika di dunia almarhum Eril ada utang piutang, janji, komitmen lain-lain yang belum tunai, kami mohon segera untuk menghubungi keluarga kami agar segera terselesaikan dengan sempurna," Ujar Ridwan Kamil, Senin, (13/6/2022).
Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril telah selesai dimakamkan, Senin (13/6/2022) sekitar pukul 11.37 WIB di Islamic Center Baitul Ridwan, Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Atas nama keluarga, Kang Emil memohon maaf jika semasa hidup anaknya bersalah.
"Kami atas nama keluarga memhon maaf jika Eril semasa hidup banyak salah. Ada ucapan, ada hal yang kurang berkenan, kami memohon maaf sebesar-besarnya," ujarnya.
"Ananda Emmeril Khan Mumtadz telah selesai tugas di dunia dengan paripurna, tidak kurang, tidak lebih. Allah sudah tetapkan. Karena tidak satu pun daun yang jatuh dari ranting yang patah kecuali atas izin kehendak Allah SWT," lanjut Kang Emil.
Nisan yang terbuat dari kayu dipasangkan di sisi atas dan bawah makam bertuliskan ‘Emmeril Kahn Mumtadz bin Ridwan Kamil’.
Eril meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss, pada Kamis (26/5/2022) saat berenang bersama keluarga.
- Penulis :
- Desi Wahyuni








