
Pantau - Seorang istri berinisial FS (19) warga Desa Lantan yang ditemukan tewas tergantung di rumahnya ternyata dibunuh oleh suami, mertua, dan kakak iparnya.
"Korban diduga dibunuh oleh suami inisial MR (22), mertuanya S (46) dan dibantu kakak ipar korban inisial S (28)," ujar Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, Iptu Ridho Rizki, saat konferensi pers, Rabu (4/1/2023).
Ridho menyebut berdasarkan hasil autopsi jenazah korban ditemukan sejumlah luka kekerasan di bagian tubuh korban. Diketahui, suami korban merupakan pelaku utama pembunuhan.
"Pelaku utama ini adalah suami korban," katanya.
Suami korban mengaku melakukan pembunuhan dengan melakukan pemukulan dan baru digantung menggunakan tali nilon di paku. Pembunuhan dilakukan karena ada rasa kesal kepada korban.
"Pelaku membunuh korban dengan alasan kesal karena korban suka melawan kemauan suami," ungkap Ridho.
Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Polres Lombok Tengah. guna dimintai keterangan lebih lanjut. Mereka ditangkap tidak lama setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi dan melakukan penyelidikan.
"Tiga pelaku diamankan dan kurang dari 24 jam pasca kejadian," katanya,
Diberitakan sebelumnya, FS ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Korban ditemukan setelah suaminya berangkat ke ladang oleh adik ipar FS berinisial FR pada Selasa (3/1) siang. FR yang baru pulang sekolah panik melihat korban tewas tergantung langsung berteriak memanggil ibunya S. Para tetangga dipanggil S langsung mencari suami korban yang masih di ladang.
Menerima laporan tentag kejadian tersebut, polisi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan menghubungi tim Inafis Polres Lombok Tengah untuk melakukan identifikasi.
"Kami langsung mengamankan lokasi kejadian dan meminta keterangan saksi-saksi," kata Kapolsek Batukliang Utara, Iptu Sribagyo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tim medis dari Puskesmas Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara tidak menemukan kelainan pada bagian kepala serta wajah korban. Sementara, pada leher FS terdapat bekas tali ikatan yang terlihat kebiruan dan bengkak yang diduga akibat jeratan tali.
"Lidah dalam keadaan tergigit. Sementara pada alat kelamin korban terlihat cairan yang kekuningan setelah urine," terang Sribagyo.
Lalu pada bagian dada dan tangan tidak ditemukan bekas luka, Namun, pada lutut kiri ada jeratan tali sedangkan lutut kanan ada lebab serta lecet. Korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk dilakukan autopsi.
"Korban diduga dibunuh oleh suami inisial MR (22), mertuanya S (46) dan dibantu kakak ipar korban inisial S (28)," ujar Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, Iptu Ridho Rizki, saat konferensi pers, Rabu (4/1/2023).
Ridho menyebut berdasarkan hasil autopsi jenazah korban ditemukan sejumlah luka kekerasan di bagian tubuh korban. Diketahui, suami korban merupakan pelaku utama pembunuhan.
"Pelaku utama ini adalah suami korban," katanya.
Suami korban mengaku melakukan pembunuhan dengan melakukan pemukulan dan baru digantung menggunakan tali nilon di paku. Pembunuhan dilakukan karena ada rasa kesal kepada korban.
"Pelaku membunuh korban dengan alasan kesal karena korban suka melawan kemauan suami," ungkap Ridho.
Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Polres Lombok Tengah. guna dimintai keterangan lebih lanjut. Mereka ditangkap tidak lama setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi dan melakukan penyelidikan.
"Tiga pelaku diamankan dan kurang dari 24 jam pasca kejadian," katanya,
Diberitakan sebelumnya, FS ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Korban ditemukan setelah suaminya berangkat ke ladang oleh adik ipar FS berinisial FR pada Selasa (3/1) siang. FR yang baru pulang sekolah panik melihat korban tewas tergantung langsung berteriak memanggil ibunya S. Para tetangga dipanggil S langsung mencari suami korban yang masih di ladang.
Menerima laporan tentag kejadian tersebut, polisi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan menghubungi tim Inafis Polres Lombok Tengah untuk melakukan identifikasi.
"Kami langsung mengamankan lokasi kejadian dan meminta keterangan saksi-saksi," kata Kapolsek Batukliang Utara, Iptu Sribagyo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tim medis dari Puskesmas Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara tidak menemukan kelainan pada bagian kepala serta wajah korban. Sementara, pada leher FS terdapat bekas tali ikatan yang terlihat kebiruan dan bengkak yang diduga akibat jeratan tali.
"Lidah dalam keadaan tergigit. Sementara pada alat kelamin korban terlihat cairan yang kekuningan setelah urine," terang Sribagyo.
Lalu pada bagian dada dan tangan tidak ditemukan bekas luka, Namun, pada lutut kiri ada jeratan tali sedangkan lutut kanan ada lebab serta lecet. Korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk dilakukan autopsi.
- Penulis :
- Firdha Rizki Amalia









