
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengubah jadwal pengumuman data ekspor-impor dan neraca perdagangan bulanan dari pertengahan bulan menjadi awal bulan berikutnya.
Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas data dengan menyajikan angka tetap, bukan lagi data sementara seperti sebelumnya.
Kebijakan ini mulai diterapkan untuk data ekspor-impor dan neraca perdagangan April 2025 yang tidak diumumkan pada pertengahan Mei.
Menurut informasi di laman resmi BPS, data tersebut akan diumumkan pada 2 Juni 2025 bersamaan dengan rilis Indeks Harga Konsumen dan data strategis lainnya.
Surplus Berlanjut dan Ekspor Tertinggi Masih dari Sektor Energi dan Industri
Dengan perubahan jadwal ini, BPS berharap pengguna data dapat langsung memperoleh angka final yang bisa digunakan untuk analisis dan perumusan kebijakan secara lebih tepat.
Hingga Maret 2025, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 59 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Pada Maret 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai 23,25 miliar dolar AS (sekitar Rp390,643 triliun), naik 5,95 persen secara bulanan (month-to-month) dan 3,16 persen secara tahunan (year-on-year).
Sementara nilai impor tercatat sebesar 18,92 miliar dolar AS (sekitar Rp317,94 triliun), naik tipis 0,38 persen (month-to-month) dan 5,34 persen (year-on-year).
Sepuluh komoditas utama yang menyumbang ekspor terbesar antara lain lemak dan minyak hewani, bahan bakar mineral, besi dan baja, serta mesin dan perlengkapan elektrik.
Total nilai ekspor dari kesepuluh komoditas tersebut mencapai 13,89 miliar dolar AS atau sekitar Rp233,42 triliun.
- Penulis :
- Balian Godfrey








