
Pantau - Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan kompetisi Storytelling bertajuk Culture for the Future yang dikhususkan bagi siswa sekolah internasional, dengan tujuan memperluas literasi kebudayaan Indonesia dan memperkuat diplomasi budaya sejak usia dini.
Promosi Budaya Indonesia di Lingkungan Sekolah Internasional
Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Undri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada siswa di satuan pendidikan internasional, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas.
"Tujuan dari lomba ini adalah bagaimana memperkenalkan warisan budaya, kekayaan budaya kita ke sekolah-sekolah internasional baik itu yang berada di tingkat satuan sekolah dasar, SMP maupun sekolah menengah atas," ungkap Undri saat memberikan keterangan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2025).
Menurut Undri, kompetisi ini juga menjadi sarana pelestarian budaya dari Sabang sampai Merauke di kalangan siswa-siswi internasional.
Ia menekankan pentingnya peran pendidikan internasional sebagai saluran diplomasi budaya yang strategis.
"Kita ingin sekali di tingkat satuan pendidikan internasional ini, bisa menjadi media diplomasi, media promosi bagi siswa-siswi di tingkat internasional itu. Bagaimana, kekayaan budaya kita ini bisa terkomunikasikan, bisa tersampaikan kepada negara lain atau negara mereka," jelasnya.
Antusiasme Tinggi dan Penayangan Digital Karya Peserta
Kompetisi Culture for the Future mendapatkan respons yang sangat positif dari para siswa sekolah internasional di Indonesia.
Total terdapat 707 karya yang dikirimkan dari 241 sekolah internasional yang tersebar di berbagai wilayah tanah air.
"Responnya sangat besar sekali, kalau kita lihat dari seluruh peserta, ada 707 peserta dari 241 sekolah yang ada di seluruh Indonesia. Dengan kekuatan itu, kita melihat generasi muda di tingkat sekolah internasional dengan kegiatan ini sangat antusias sekali," kata Undri.
Seluruh karya peserta akan ditayangkan melalui platform digital milik Kementerian Kebudayaan seperti Instagram dan YouTube sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya secara global.
"Karya-karya mereka itu akan kita publish melalui media Instagram, kemudian YouTube dan juga nanti akan kita promosikan. Ini bagian dari diplomasi budaya kita," tambahnya.
Harapan Munculnya Duta Budaya Masa Depan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut memberikan sambutannya secara virtual melalui video streaming.
Ia menyebut sekolah internasional dan Satuan Pendidikan Kerja Sama sebagai tempat bertemunya berbagai budaya dunia, dan karena itu menjadi ruang strategis untuk mengenalkan budaya Indonesia.
"Saya berharap dari kompetisi ini lahir duta-duta budaya masa depan yang tak hanya cerdas tapi juga memiliki hati luas, seluas samudera. Selamat sekali lagi, selamat merayakan keberagaman kita, toleransi kita, untuk empati kita," ungkap Fadli.
Melalui program ini, Kementerian Kebudayaan berharap generasi muda dari sekolah internasional dapat menjadi agen yang membawa nilai-nilai kebudayaan Indonesia ke dunia global.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







