
Pantau - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memastikan pemerintah menanggung seluruh kebutuhan dasar para penyintas banjir bandang dan tanah longsor selama mereka tinggal di hunian sementara (huntara), termasuk bagi warga yang memilih tinggal bersama keluarga.
"Selama berada di huntara, seluruh kebutuhan pengungsi akan dipenuhi oleh pemerintah", ungkap Mahyeldi.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan santunan bulanan bagi warga terdampak yang tinggal di rumah keluarga atau kerabat.
"Selama di huntara kebutuhan dasar pengungsi kita pastikan terpenuhi. Bagi yang tinggal di rumah keluarga akan kita bantu dengan santunan setiap bulan", jelasnya.
Pembangunan Huntara dan Huntap Dimulai di Pesisir Selatan
Pemerintah daerah telah memulai pembangunan huntara tipe 36 di Taratak Teleang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, untuk para korban banjir.
Selain hunian sementara, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat, tersapu banjir, atau sudah tidak layak huni.
Pembangunan huntap akan disesuaikan dengan ketersediaan lahan, baik milik warga maupun lahan yang disediakan oleh pemerintah.
Pemerintah juga bertanggung jawab membangun kembali rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan berat sesuai arahan Presiden.
Perbaikan Infrastruktur dan Bantuan Tambahan untuk Warga
Selain pembangunan hunian, pemerintah daerah terus melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang terdampak bencana, seperti jalan, jembatan, rumah ibadah, rumah warga, dan areal persawahan.
Untuk rumah dengan kategori rusak sedang dan ringan, pemerintah melalui BNPB sedang melakukan pendataan guna penyaluran bantuan.
Bantuan yang disiapkan adalah Rp30 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan.
Mahyeldi mengakui bahwa besaran bantuan tersebut belum sepenuhnya mencukupi dibandingkan kerugian masyarakat, namun pemerintah terus berupaya maksimal.
Pemerintah juga menyediakan kebijakan relaksasi perbankan serta bantuan tambahan dari Kementerian Sosial (Kemensos) bagi para penyintas banjir.
- Penulis :
- Gerry Eka








