Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polri Gelar Layanan Kesehatan Gratis bagi Pengungsi Banjir di Bireuen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Polri Gelar Layanan Kesehatan Gratis bagi Pengungsi Banjir di Bireuen
Foto: (Sumber: Arsip foto - Personel Polda Aceh melayani pengobatan masyarakat terdampak bencana di Bireuen. ANTARA/HO-Bidhumas Polda Aceh)

Pantau -  Polri melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Bireuen melaksanakan pengobatan bagi pengungsi terdampak banjir di Desa Pulo Pineng Dua Meunasah, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh pada Senin, 5 Januari 2026.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi menyampaikan bahwa layanan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri pascabencana.

“Bakti kesehatan difokuskan pada pemeriksaan dan pengobatan serta pemberian obat-obatan secara gratis kepada para pengungsi banjir di Kabupaten Bireuen,” katanya.

“Melalui bakti kesehatan ini, Polri berupaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat pengungsi tetap terjaga. Layanan kesehatan tersebut merupakan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pascabencana,” kata Erdi.

Kehadiran layanan medis disambut antusias oleh masyarakat terdampak banjir yang terjadi pada akhir November 2025.

Masyarakat pengungsi mengalami keterbatasan akses pelayanan kesehatan akibat banjir dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 101 orang pengungsi menerima layanan kesehatan.

Keluhan kesehatan terbanyak adalah demam yang dialami 22 orang, batuk 19 orang, tinea pedis 13 orang, hipertensi 12 orang, dermatitis sembilan orang, gastritis tujuh orang, influenza tujuh orang, arthritis enam orang, dan luka lecet pada satu orang.

Jenis penyakit yang ditemukan umumnya dipicu oleh kondisi lingkungan pascabanjir yang lembap dan kurang higienis.

“Kami terbantu dengan adanya bakti kesehatan dari Sidokkes Polres Bireuen. Banyak warga yang membutuhkan pengobatan, terutama lansia dan anak-anak. Kehadiran tim medis ini sangat meringankan beban kami di lapangan,” kata Munasiah.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti