
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Selatan menerima bantuan sarana dan prasarana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat mitigasi bencana di wilayahnya.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyampaikan bahwa bantuan tersebut mencakup jaket pelampung, perahu berbahan fiber, dan tenda pengungsian untuk seluruh kelurahan di Jakarta Selatan.
"Alhamdulillah, hari ini BPBD DKI Jakarta memberikan bantuan berupa jaket pelampung (life jacket), perahu berbahan fiber, serta tenda pengungsian untuk seluruh kelurahan di Jakarta Selatan," ungkapnya.
Anwar menegaskan bahwa tujuan bantuan ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Bantuan ini diberikan sebagai antisipasi menghadapi potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jabodetabek, khususnya DKI Jakarta, hingga awal tahun 2026.
Ia juga berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat apabila terjadi genangan atau banjir.
Meski begitu, Anwar menekankan pentingnya langkah pencegahan agar bencana tidak terjadi.
"Pembangunan saluran air dan tempat penampungan air, seperti embung dan waduk, sebagian sudah kami selesaikan sebagai bentuk antisipasi," ia mengungkapkan.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan Posko Jaga Jakarta agar dapat berfungsi secara optimal dalam situasi bencana.
"Saya meminta agar buku piket tersedia, petugas piket selalu hadir, serta peta daerah rawan banjir sudah disiapkan. Seluruh jajaran juga harus memahami prosedur evakuasi apabila terjadi bencana," tegasnya.
Bantuan Didistribusikan ke Seluruh Kelurahan
Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang, menyebutkan bahwa bantuan berupa tenda pengungsian, perahu, dan jaket pelampung akan didistribusikan ke seluruh kelurahan di Jakarta Selatan.
"Bantuan diserahkan secara bertahap ke seluruh kelurahan, dengan masing-masing menerima satu tenda pengungsian dan satu perahu. Untuk jaket pelampung, distribusinya akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan bencana di masing-masing kelurahan," jelasnya.
Michael juga mengimbau warga, khususnya yang tinggal di sepanjang aliran Kali Ciliwung, Krukut, Mampang, dan wilayah rawan lainnya, agar memanfaatkan bantuan secara optimal.
"Kami berharap seluruh bantuan dapat dimanfaatkan, dipelihara, dan dimonitor dengan baik. Kami juga mendorong kelurahan untuk terus berkoordinasi dengan BPBD wilayah, termasuk dalam pelaksanaan simulasi kebencanaan," ungkapnya.
Pemeliharaan dan Koordinasi Jadi Kunci
BPBD DKI Jakarta menekankan pentingnya pemeliharaan terhadap bantuan yang telah diberikan serta pentingnya koordinasi lintas instansi dalam upaya mitigasi.
Distribusi bantuan akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelurahan guna memastikan efektivitasnya dalam penanganan bencana.
- Penulis :
- Arian Mesa








