Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Targetkan Kampung Haji di Mekkah Mulai Difungsikan Tahun 2028, Siap Tampung 22.000 Jemaah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Targetkan Kampung Haji di Mekkah Mulai Difungsikan Tahun 2028, Siap Tampung 22.000 Jemaah
Foto: Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (tiga kanan) beserta jajaran meninjau lokasi yang diproyeksikan akan menjadi Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, Senin 20/10/2025 (sumber: Kemenhaj RI)

Pantau - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menargetkan sebagian menara di kawasan Kampung Haji, Mekkah, sudah dapat difungsikan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2028 mendatang.

Menteri Haji dan Umrah, Mohammad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa pembangunan Kampung Haji belum dapat selesai dalam waktu dekat, namun optimisme tinggi tetap dijaga agar proyek bisa digunakan sebagian pada 2028.

"Yang jelas tahun ini belum bisa, belum bisa. Tahun depan, karena membangun itu kan nggak cukup setahun. Kita harapkan paling lambat tahun 2028 itu ada sebagian tower yang bisa dipakai", ungkapnya.

Kawasan Thakher Jadi Fondasi Awal Kampung Haji

Pembangunan Kampung Haji sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), sementara Kementerian Haji dan Umrah bertindak sebagai pengguna fasilitas tersebut.

Danantara memilih kawasan Thakher, yang berjarak sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram, sebagai fondasi awal pembangunan proyek. Kawasan ini sudah mencakup hotel Novotel Thakher Makkah yang saat ini telah beroperasi.

Tersedia lahan pengembangan seluas 4,4 hektare yang kini mencakup tiga menara dengan total 1.461 kamar.

Secara keseluruhan, kawasan Thakher terdiri dari sekitar 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

Siap Tampung 10 Persen Jemaah Indonesia

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa proyek ini dirancang untuk tumbuh secara bertahap.

"Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya", ia mengungkapkan.

Pandu menambahkan, fokus pengembangan kawasan adalah penyediaan akomodasi serta membangun ekosistem layanan jemaah haji yang terintegrasi, termasuk dukungan logistik dan fasilitas ritel penunjang.

Menteri Irfan Yusuf turut menegaskan bahwa pembangunan proyek ini tidak mengalami hambatan pendanaan.

"Saya kira (anggaran) nggak ada kendala. Danantara punya uang. Kemudian birokrasi Arab Saudi sangat welcome. Kita fokus persiapan jamaah haji kita. Kan, terkait dengan Kampung Haji tentu lebih banyak domainnya Danantara", ujarnya.

Proyek Kampung Haji ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penyediaan layanan haji yang lebih nyaman dan terintegrasi bagi jemaah Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya