Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kadin Dorong Pemanfaatan Forum ABAC untuk Perluas Perdagangan Indonesia secara Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kadin Dorong Pemanfaatan Forum ABAC untuk Perluas Perdagangan Indonesia secara Global
Foto: Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (tengah) usai melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta, Senin 12/1/2026 (sumber: Kadin)

Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemanfaatan forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) sebagai momentum strategis untuk memperkuat dan memperluas perdagangan Indonesia dengan negara mitra.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan komitmen tersebut usai bertemu dengan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso di Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026.

Anindya mengungkapkan bahwa ABAC Meeting I akan digelar di Jakarta pada 7–9 Februari 2026 dan menjadi ajang penting dalam memperluas jejaring kerja sama bisnis lintas negara.

Menurutnya, forum ABAC sangat strategis karena dihadiri perwakilan dunia usaha dari 21 negara anggota APEC.

"ABAC ini spesial karena dihadiri negara-negara yang secara global terlihat saling bersaing, seperti Amerika Serikat, China, Kanada dan Rusia, serta negara-negara ASEAN dan Asia Timur. Masing-masing negara membawa tiga perwakilan dunia usaha dengan level pimpinan," ujarnya.

Momentum Perluas Jejaring Bisnis Internasional

Anindya menegaskan kehadiran para pemimpin bisnis dalam forum tersebut bukan hanya menjadi bagian dari diskusi ABAC, melainkan juga kesempatan konkret memperluas jejaring melalui kegiatan business matching.

"Kami laporkan kepada Menteri Perdagangan bahwa momentum ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama perdagangan Indonesia dengan berbagai negara, termasuk Eropa, Kanada dan kawasan Eurasia. Ini kolaborasi konkret antara pemerintah dan dunia usaha," ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembentukan Business Council dalam setiap kerja sama Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang telah ditandatangani Indonesia.

Menurutnya, mekanisme ini diperlukan untuk mengawal implementasi CEPA khususnya dari sisi perdagangan.

"Selama ini belum ada Business Council yang secara khusus mengawal implementasi CEPA, terutama dari sisi perdagangan. Padahal, selain investasi, perdagangan juga perlu didorong. Contohnya, kita sudah punya Business Council dengan India dan Prancis, dan ke depan bisa dibentuk dengan Uni Eropa, Eurasia, maupun Kanada," jelasnya.

Dorongan bagi UMKM dan Perdagangan Kopi Dunia

Anindya juga menyampaikan apresiasi terhadap platform online business matching milik Kementerian Perdagangan yang dinilai efektif membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam menembus pasar global.

Tak hanya itu, Kadin juga mendorong agar Indonesia mengambil peran lebih besar sebagai pusat perdagangan kopi dunia.

"Indonesia adalah produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Kolombia. Kita punya arabika, robusta, hingga kopi luwak. Ke depan, pusat perdagangan kopi idealnya juga bisa berada di Indonesia," ia mengungkapkan.

Kadin menilai langkah-langkah ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Penulis :
Leon Weldrick