
Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah mengidentifikasi 20.169 hektare wilayah indikatif calon pemulihan mangrove yang tersebar di 23 provinsi untuk direhabilitasi secara bertahap selama periode 2025–2029.
Program rehabilitasi ini dibagi ke dalam tiga tingkatan prioritas berdasarkan kondisi wilayah dan urgensi pemulihan.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Darat KLH/BPLH, Puji Iswari, menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan Peta Mangrove Nasional (PMN) Tahun 2025 sebagai acuan utama program ini.
"Peta tersebut mencakup luas 3.455.628 hektare dan tersebar di 37 provinsi di Indonesia," ungkap Puji.
"Dari data PMN 2025, telah dipilih 20.169 hektare wilayah indikatif calon pemulihan yang tersebar di 23 Provinsi di Indonesia dengan prioritas 1, 2, dan 3," lanjutnya.
Verifikasi Lapangan dan Penentuan Pola Tanam
Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan, setiap lokasi akan diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan guna mengetahui kondisi terkini.
Pemeriksaan ini mencakup analisis kondisi biofisik, dinamika hidrologi, serta faktor pembatas lainnya untuk menentukan teknik dan pola tanam yang paling sesuai.
"Data ini digunakan sebagai basis kegiatan pemulihan pada periode 2025–2029 dan akan dilakukan secara bertahap," jelas Puji.
Rincian pembagian wilayah berdasarkan prioritas mencakup:
- Prioritas 1: 9.702 hektare
- Prioritas 2: 9.272 hektare
- Prioritas 3: 1.195 hektare
Wilayah terluas yang masuk dalam daftar lokasi indikatif pemulihan ekosistem mangrove adalah Kalimantan Utara, dengan total 11.930 hektare.
Peta Mangrove Nasional 2025 dan Peningkatan Luasan Ekosistem
Penetapan wilayah pemulihan ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Nomor 3438 tentang Peta Mangrove Nasional Tahun 2025.
SK tersebut menetapkan luas ekosistem mangrove nasional sebesar 3.455.628 hektare yang tersebar di 37 provinsi.
Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan luasan pada PMN tahun 2024 yang mencatat 3.440.464 hektare.
Peningkatan tersebut menjadi indikator positif terhadap upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem mangrove sebagai penyangga lingkungan pesisir dan penyerap karbon alami.
- Penulis :
- Aditya Yohan







