Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

TNI AD Bangun 105 Titik Sumur Bor di Aceh untuk Atasi Krisis Air Pascabencana

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

TNI AD Bangun 105 Titik Sumur Bor di Aceh untuk Atasi Krisis Air Pascabencana
Foto: Salah satu pembangunan sumur bor yang dilakukan TNI AD di lokasi bencana wilayah Aceh, Rabu 21/1/2026 (sumber: Humas TNI AD)

Pantau - TNI Angkatan Darat (AD) membangun 105 titik sumur bor di wilayah Aceh untuk menyediakan air bersih bagi warga yang terdampak bencana.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari air minum hingga keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

"Pembangunan sumur bor dipercayakan kepada Satuan Paldam Iskandar Muda dengan total rencana 105 titik sumur bor yang tersebar di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang", ungkapnya dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Progres Pembangunan dan Standar Kualitas Air

Hingga saat ini, sebanyak 76 titik sumur bor telah berhasil dibangun di beberapa wilayah Aceh.

Donny menegaskan bahwa pembangunan sumur dilakukan secara terencana dan tidak sembarangan, guna menjamin kualitas air yang layak konsumsi.

"Kita akan terus mengupayakan agar sumur yang dibuat berada di kedalaman ideal pada 30 hingga 40 meter, sehingga kualitas air lebih jernih dan meminimalkan risiko kontaminasi dari air permukaan", ia mengungkapkan.

Setiap sumur juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang mencakup tempat mencuci dan MCK.

Fasilitas tersebut dibangun dengan standar sanitasi yang aman dan ramah lingkungan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Harapan dan Dampak Positif Bagi Masyarakat

Donny berharap keberadaan sumur bor ini dapat mengurangi risiko krisis air berkepanjangan di wilayah terdampak bencana.

Ia juga menyatakan bahwa sumur bor tersebut diharapkan bisa membantu mencegah munculnya berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh kurangnya akses air bersih.

Selain itu, fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat dan mendorong mereka untuk kembali menjalani kehidupan normal.

Penulis :
Leon Weldrick