Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Petugas Haji yang Sudah Pernah Berhaji Langsung Ditempatkan di Mina, Fokus Tingkatkan Layanan di Puncak Armuzna

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Petugas Haji yang Sudah Pernah Berhaji Langsung Ditempatkan di Mina, Fokus Tingkatkan Layanan di Puncak Armuzna
Foto: (Sumber: Laksma TNI Harun Arrasyid memberikan keterangan kepada wartawan usai memberikan materi pada diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/1/2026) malam. ANTARA/Citro Atmoko.)

Pantau - Kementerian Haji dan Umrah menetapkan kebijakan baru bahwa petugas haji yang sudah pernah menjalankan ibadah haji tidak akan diarahkan ke Arafah, melainkan langsung ditempatkan di Mina untuk memaksimalkan pelayanan selama fase puncak Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Strategi Baru untuk Perkuat Layanan di Mina

Informasi ini disampaikan oleh Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid usai memberikan materi dalam diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam, 21 Januari 2026.

Keputusan ini diambil sebagai hasil evaluasi dari penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya.

"Rencana tahun ini agar pelayanan di Mina maksimal. Oleh karena itu, kita memiliki rencana bahwa petugas, baik itu dari unsur Linjam (Perlindungan Jamaah) maupun unsur lainnya yang sudah berhaji, akan langsung kita drop dari pemondokan atau hotel di Makkah menuju langsung ke Mina," ujarnya.

Mina dinilai sebagai titik paling melelahkan dalam rangkaian ibadah haji karena intensitas aktivitas fisik yang tinggi serta konsentrasi besar jamaah di lokasi tersebut.

Dengan tidak mengikuti prosesi wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, petugas yang sudah pernah berhaji diharapkan tetap bugar dan siap bertugas optimal saat menyambut kedatangan jamaah dari Muzdalifah ke Mina.

Penguatan Koordinasi dan Efektivitas Pelayanan Jamaah

Pergerakan petugas menuju Mina akan dilakukan bersamaan dengan pergerakan jamaah menuju Arafah.

Namun, petugas yang telah berhaji akan menggunakan jalur khusus langsung ke pos-pos yang telah ditentukan di Mina.

"Tujuannya agar lebih efektif penyambutan dan pemantauan jamaah yang bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah, dan dari Muzdalifah menuju ke Mina," jelas Harun.

Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk menutup celah dalam pelayanan yang kerap terjadi akibat kelelahan petugas saat fase puncak ibadah.

Dengan kesiapsiagaan lebih awal di Mina, petugas dapat:

  • Memberikan bantuan langsung kepada jamaah yang baru tiba
  • Meninjau kesiapan tenda dan fasilitas penunjang
  • Mengatur alur masuk jamaah agar lebih tertib dan lancar

Harun menegaskan bahwa meski evaluasi pelaksanaan ibadah haji dalam dua tahun terakhir sudah menunjukkan perbaikan, inovasi seperti ini tetap penting.

"Inovasi ini penting untuk menjamin kenyamanan para jamaah sebagai tamu-tamu Allah," tegasnya.

Penulis :
Aditya Yohan