
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan menerapkan dua skema baru dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, yakni skema murur dan tanazul, sebagai upaya strategis untuk mengurangi kepadatan jamaah di titik-titik krusial seperti Muzdalifah dan Mina.
Skema ini telah mendapatkan persetujuan pimpinan dan akan didukung penuh oleh seluruh petugas lapangan, sebagaimana disampaikan oleh Laksma TNI Harun Arrasyid.
Skema Murur: Solusi Kendali Kepadatan Jamaah
Skema murur merupakan skema di mana jamaah haji hanya melintas di Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan.
Dalam pelaksanaannya, jamaah yang termasuk kategori lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas akan tetap berada di dalam bus saat melintasi Muzdalifah.
Mereka hanya berhenti sejenak untuk memenuhi rukun mabit, lalu melanjutkan perjalanan langsung ke Mina.
Harun menjelaskan bahwa skema ini dianggap sebagai solusi paling efektif dalam mengatasi penumpukan massa jamaah di area Muzdalifah yang areanya semakin terbatas.
"Skema ini memungkinkan kontrol yang lebih baik atas kepadatan jamaah, tidak hanya di Muzdalifah tetapi juga saat memasuki Mina," ungkapnya.
Meskipun demikian, jumlah pasti jamaah yang akan mengikuti skema murur masih dalam proses pendataan.
Skema ini saat ini masih berupa konsep dan akan dimatangkan lebih lanjut setelah data peserta diperoleh secara lengkap.
Skema Tanazul: Pengembalian Jamaah Lebih Awal
Selain murur, Kemenhaj juga akan menerapkan skema tanazul, yaitu pengembalian jamaah ke hotel atau tenda lebih awal dari waktu yang biasa.
Tujuan dari skema ini adalah mengatur arus jamaah agar lebih terkontrol dan mengurangi potensi kepadatan saat mereka berpindah dari satu lokasi ibadah ke lokasi berikutnya.
Laksma Harun menegaskan bahwa Menteri Haji telah merencanakan pelaksanaan proyek ini dan seluruh unsur petugas di Armuzna siap untuk mendukungnya.
Kedua skema ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjadikan manajemen haji semakin adaptif terhadap tantangan di lapangan, dengan menempatkan keselamatan dan kenyamanan jamaah sebagai prioritas utama.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







