Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dinkes DKI Pastikan Puskesmas Siap Tangani Gejala Superflu dan Penyakit Pernapasan Lainnya

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dinkes DKI Pastikan Puskesmas Siap Tangani Gejala Superflu dan Penyakit Pernapasan Lainnya
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati dalam kegiatan yang diadakan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta mengenai "Super Flu Bisa Berdampak Pada Otak?", di Jakarta, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Pantau - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan bahwa seluruh fasilitas layanan kesehatan di ibu kota siap menangani masyarakat yang mengalami gejala influenza, termasuk kemungkinan superflu dan penyakit pernapasan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa Puskesmas tersedia di setiap kecamatan dan kelurahan, termasuk Puskesmas Pembantu, dengan layanan 24 jam di tingkat kecamatan.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara yang digelar Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta bertema "Super Flu Bisa Berdampak Pada Otak?" pada Kamis, 22 Januari 2026.

Masyarakat Diminta Waspada, Tidak Panik

Ani menekankan bahwa kesiapan layanan kesehatan bertujuan agar masyarakat mendapatkan penanganan secepat mungkin dan tidak mengalami keterlambatan dalam penanganan gejala.

Ia menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap kemungkinan meningkatnya kasus superflu.

Upaya utama yang harus dilakukan masyarakat, menurutnya, adalah memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti menjaga kebersihan tangan dan menerapkan etika batuk.

“Kebiasaan baik ini sudah digalakkan sejak pandemi COVID-19 dan perlu terus dilanjutkan,” ujar Ani.

Selain itu, ia juga mendorong masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dan mengenali gejala-gejala awal penyakit agar tahu kapan harus segera ke fasilitas kesehatan.

Waspadai Informasi Menyesatkan, Ikuti Sumber Resmi

Ani juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyikapi arus informasi kesehatan yang sangat deras, terutama di media sosial.

Ia menegaskan pentingnya memperoleh informasi dari sumber resmi, terpercaya, dan berbasis ilmu pengetahuan.

“Tidak semua informasi bisa diterima begitu saja, apalagi jika tidak jelas sumbernya,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 1 Januari 2026, belum ditemukan kasus influenza tipe A yang dikategorikan sebagai superflu di wilayah DKI Jakarta.

Penulis :
Aditya Yohan