
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memaksimalkan operasional pompa permanen dan pompa bergerak di lokasi terdampak banjir untuk menangani genangan akibat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem yang diprediksi masih terjadi hari ini dan beberapa waktu ke depan.
Langkah tersebut dilakukan menyusul potensi cuaca ekstrem yang berpeluang menimbulkan dampak hidrometeorologi berupa genangan hingga banjir di sejumlah wilayah Jakarta.
Operasional Pompa dan Pasukan Biru
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Nugraharyadi menjelaskan, "Pompa bergerak digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa permanen," ungkapnya.
Saat ini tersedia 668 unit pompa permanen yang tersebar di 243 lokasi rawan genangan di wilayah DKI Jakarta.
Selain itu, sebanyak 536 unit pompa bergerak telah ditempatkan di lima wilayah administrasi Jakarta untuk mempercepat penanganan banjir.
Dinas SDA DKI Jakarta juga menyiagakan personel pasukan biru guna mengantisipasi potensi banjir rob di wilayah pesisir.
Jumlah personel pasukan biru yang disiagakan mencapai sekitar 3.880 orang sebagai bagian dari langkah mitigasi banjir.
Imbauan Waspada dan Akses Informasi
Berbagai upaya mitigasi tersebut diharapkan mampu mengatasi genangan air akibat cuaca ekstrem di wilayah terdampak.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Warga dapat memantau perkembangan Tinggi Muka Air melalui posko banjir Dinas SDA Jakarta.
Informasi kondisi terkini juga dapat diakses melalui aplikasi JAKI yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat melalui nomor 112.
BPBD DKI Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 22 hingga 24 Januari 2026.
Hujan sangat lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi pada 22 hingga 23 Januari 2026.
Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diperkirakan masih berlanjut pada 24 Januari 2026.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi berupa genangan hingga banjir di wilayah Jakarta.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf






