
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat suplai air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru untuk mendukung operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang di Provinsi Aceh.
SPAM Karang Baru Jadi Tulang Punggung Wilayah Terdampak
Menteri PU Dody Hanggodo bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres SPAM Karang Baru.
SPAM ini menjadi tulang punggung penyediaan air bersih bagi wilayah Karang Baru, Kuala Simpang, dan Rantau, termasuk RSUD Aceh Tamiang.
"Air bersih adalah kebutuhan mendasar, terlebih untuk rumah sakit. Karena itu, Kementerian PU memastikan suplai air tetap terjaga sambil menyiapkan pembangunan permanen agar ke depan sistem ini lebih bagus lagi," ujar Dody Hanggodo.
Kementerian PU terus mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pembangunan SPAM Karang Baru dilakukan dengan metode Design and Build, yang mencakup pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) dan reservoir baru.
Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan.
Pembangunan Permanen Berjalan, Penanganan Sementara Dijalankan
Sambil menunggu sistem permanen rampung, Kementerian PU telah melakukan sejumlah penanganan sementara untuk menjaga suplai air bersih.
Langkah-langkah tersebut meliputi perbaikan sarana penyediaan air minum eksisting milik PDAM Tirta Tamiang dan optimalisasi pemanfaatan instalasi pengolahan air (IPA) mobile.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, menjelaskan bahwa penanganan SPAM Karang Baru dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi kapasitas maupun kualitas pengolahan air.
"KamI akan membangun instalasi pengolahan air baru dengan kapasitas 100 liter per detik, reservoir baru berkapasitas 1.000 meter kubik, serta IPA baja yang akan kami adakan. Secara keseluruhan, target penyelesaian kami adalah Juli 2026," ungkapnya.
Dewi menambahkan bahwa pembangunan reservoir 1.000 meter kubik telah dimulai dengan pelaksanaan pancang perdana.
Kementerian PU juga menambahkan bangunan pra sedimentasi untuk mengatasi tingkat kekeruhan air baku yang tinggi pasca bencana.
"Tadi, kita lihat airnya sangat keruh, jauh di atas ambang batas. Karena itu, kami tambahkan tangki pra sedimentasi agar proses pengolahan lebih optimal dan tidak memerlukan bahan kimia berlebihan," jelas Dewi.
52 SPAM Rusak di Aceh, Penanganan Dilakukan Bertahap
Berdasarkan hasil identifikasi Kementerian PU, terdapat 52 SPAM yang mengalami kerusakan akibat bencana di Provinsi Aceh, tersebar di 11 kabupaten dan kota.
Total kapasitas terdampak dari kerusakan tersebut mencapai 2.151 liter per detik.
Penanganan kerusakan dilakukan secara bertahap, terintegrasi, dan melibatkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pengelola SPAM setempat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







