
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terus berlangsung hingga dua bulan pascabencana.
Ribuan Unit Huntara Dibangun di Aceh dengan Pendanaan Beragam
Pembangunan huntara dilakukan melalui skema pendanaan dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta lembaga sosial lainnya.
Dari total unit yang dibangun, sebagian telah selesai dan mulai ditempati oleh warga, sementara sisanya masih dalam tahap konstruksi.
Di Provinsi Aceh, ribuan unit huntara dibangun di berbagai kabupaten dan kota terdampak.
Di Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 393 unit huntara dibangun di empat desa: Blang Awe (50 unit), Manyang (115 unit), Meunasah (170 unit), dan Geunteung (45 unit), dengan sebagian unit telah rampung.
Di Kabupaten Pidie, huntara dibangun di atas tanah desa dengan pendanaan dari Belanja Tidak Terduga (BTT) tanpa melalui mekanisme Dana Tunggu Hunian (DTH), dan sebanyak 12 unit telah selesai dibangun.
Kabupaten Nagan Raya mencatat pembangunan di empat titik, termasuk 609 unit di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dengan 30 unit sudah selesai.
Di Kota Lhokseumawe, pembangunan huntara sebanyak 67 unit dilakukan di beberapa kecamatan.
Di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan tahap pertama mencakup 914 unit yang tersebar di berbagai kecamatan seperti Pintu Rime Gayo, Wih Pesam, Permata, Mesidah, Syiah Utama, dan Bukit. Progres pembangunannya bervariasi, dengan sebagian telah rampung.
Kabupaten Aceh Timur mencatat pembangunan 2.592 unit huntara insitu di 10 kecamatan, serta 821 unit huntara komunal yang didanai oleh BNPB dan Danantara. Sebagian unit telah selesai.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, total 1.950 unit huntara dibangun baik secara insitu maupun terpusat. Termasuk 700 unit tahap pertama yang dibangun oleh kementerian dan pihak swasta, tersebar di Kecamatan Karang Baru dan Bandar Pusaka.
Sumatera Utara dan Sumatera Barat Juga Terus Lanjutkan Pembangunan
Di Provinsi Sumatera Utara, pembangunan huntara dilakukan di Kabupaten Tapanuli Utara dengan total 40 unit di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Sebanyak 30 unit sudah rampung dan sisanya ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026.
Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 683 unit huntara terpusat dan 133 unit huntara mandiri masih dalam proses pembangunan.
Di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Agam mencatat pembangunan 437 unit huntara dengan sebagian telah selesai.
Di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan dilakukan untuk 64 unit di beberapa nagari.
Selain itu, pembangunan juga berlangsung di Kabupaten Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan, dengan progres yang bervariasi.
BNPB menegaskan bahwa pembangunan huntara merupakan bagian dari tahapan pemulihan pascabencana, serta sebagai upaya untuk memastikan warga terdampak memiliki tempat tinggal yang layak dan aman sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).
- Penulis :
- Gerry Eka








